Gagal Seleksi Pegawai Kontrak, Guru K2 Wadul Dewan

Reporter : Redaksi - klikjatim

Foto: Komisi IV DPRD Gresik menemui puluhan guru honorer K2. (ist)

GRESIK – Puluhan guru honorer kategori dua (K2) kembali mendatangi Kantor DPRD Gresik, Jawa Timur, Kamis (28/02/2019). Mereka wadul kepada para wakil rakyat agar passing grade seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) yang baru saja berakhir diturunkan.

Informasi yang dihimpun, dari total 249 guru honorer K2 yang ikut tes tersisa 81 orang tidak lulus. Kedatangan mereka di Gedung Parlemen Jalan Wakhid Hasyim Kecamatan Gresik Kota telah ditemui oleh komisi IV.

[irp]

“Semua aspirasi dari mereka akan tetap kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Karena terkait rekrutmen PPPK bukan wewenang kami, tapi wewenangnya pemerintah pusat,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Hamzah Takim.

Selain kepada DPRD, para guru K2 juga dihimbau menyampaikan aspirasinya ke Pemerintah Daerah. Sehingga secara bersama-sama ikut mengusulkan. “Kalau perlu seluruh daerah juga ikut mengusulkan. Karena tidak mungkin ada kebijakan pusat hanya untuk Gresik saja,” tandasnya.

[irp]

Yang terpenting lagi, para guru honorer K2 diharapkan lebih meningkatkan kemampuan. Karena terkait passing grade yang ditetapkan sejatinya sudah rendah. “Dari nilai total 185 passing grade-nya hanya 60. Berarti hanya butuh 35 persen saja soal yang benar,” lanjutnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Gresik, Sujono menambahkan, bahwa usulan tetap akan disampaikan. Namun guru honorer K2 harus banyak belajar lagi. “Itu passing grade-nya sudah sangat kecil,” menurutnya.

Di lain pihak, sejumlah guru honorer K2 yang datang ke kantor DPRD Gresik menolak dikonfirmasi awak media. (nul/*)