KLIKJATIM.Com | Sampang – Gerakan Mahasiswa Sampang Bersatu (GMSB) mendatangi Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang. Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan secara langsung transparansi proses rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 serta akuntabilitas data yang dinilai menjadi ujung tombak pembangunan dan perencanaan daerah.
Dalam audiensi tersebut, GMSB menyoroti proses seleksi petugas sensus yang dinilai harus berlangsung secara terbuka, profesional, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Mereka menegaskan bahwa integritas petugas sensus di lapangan sangat menentukan kualitas data yang nantinya digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
Koordinator Lapangan GMSB, Suadi Ansori, menegaskan bahwa BPS harus memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip transparansi dan objektivitas. Menurutnya, petugas yang akan terjun langsung ke masyarakat harus dipilih murni berdasarkan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan atau intervensi struktural.
“Kami menduga ada pihak lain yang ikut bermain dalam proses ini. Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa pelamar yang tidak memiliki rekomendasi dari kepala desa sulit untuk lolos menjadi petugas sensus. Jika benar demikian, tentu hal ini sangat disayangkan,” ujar Suadi.
Meski telah melayangkan surat permohonan audiensi secara resmi sebelumnya, GMSB mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan pimpinan lembaga tersebut. Kepala BPS Kabupaten Sampang dilaporkan sedang berada di luar kota karena tugas kedinasan.
“Kami sudah mengirimkan surat resmi kepada BPS. Namun saat datang, kami hanya ditemui oleh staf, sementara Kepala BPS tidak hadir dengan alasan sedang bertugas di luar kota,” ucap Suadi.
Meskipun belum mendapatkan jawaban langsung dari pucuk pimpinan, GMSB berkomitmen untuk tidak berhenti di sini. Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga memperoleh penjelasan yang dianggap memadai dan transparan.
GMSB berencana menjadwalkan ulang kedatangan mereka ke Kantor BPS Kabupaten Sampang guna meminta klarifikasi lebih lanjut terkait dugaan ketidaktransparanan dalam proses rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 tersebut. Langkah ini dinilai krusial demi memastikan proses rekrutmen berjalan transparan serta menghasilkan data yang valid dan berkualitas untuk kemajuan Kabupaten Sampang.
Editor : Fatih