klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Medco Energi dan Pemkab Sampang Gelar Rapat Sinkronisasi Program PPM

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
SINERGI: Medco Energi dan Pemkab Sampang membahas sinkronisasi program PPM. (Fadil/Klikjatim.com)
SINERGI: Medco Energi dan Pemkab Sampang membahas sinkronisasi program PPM. (Fadil/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Menjelang pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2026, Medco Energi Sampang Pty. Ltd bersama SKK Migas dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar rapat sinkronisasi program. Agenda ini bertujuan untuk menyelaraskan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan arah pembangunan pemerintah daerah.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan SKK Migas, jajaran manajemen Medco Energi Sampang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sampang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan masyarakat terdampak, serta tim pendamping kegiatan dari LSM Madura Development Watch (MDW).

Dalam sambutannya, Manager Field Relation and Community Enhancement Medco Energi Sampang, Hartono, mengungkapkan fakta bahwa lapangan migas yang dikelola perusahaannya saat ini telah memasuki usia produksi yang cukup tua. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan volume produksi secara signifikan.

Menurut Hartono, fasilitas produksi yang berada di tengah laut memang terlihat tidak banyak berubah sejak belasan tahun lalu. Namun secara teknis, sumur-sumur migas yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun kini mengalami penurunan produktivitas yang alamiah (natural decline).

"Produksi kami saat ini hanya tersisa sekitar 6 persen dari total produksi awal. Secara nilai keekonomian, kondisi ini sudah berada di bawah ambang yang ideal. Karena itu, kami perlu menyampaikan kondisi riil ini agar masyarakat memahami apabila suatu saat terjadi penyesuaian terhadap anggaran PPM," ujar Hartono berterus terang.

Kendati menghadapi tantangan tersebut, ia tetap berharap program pemberdayaan masyarakat dapat bergulir secara optimal dan memberikan stimulan manfaat yang nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasi.

"Kami berharap seluruh program PPM yang telah direncanakan bisa dilaksanakan dengan amanah dan tepat sasaran. Yang terpenting adalah esensi manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.

Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Ir. R.P. Muhammad Zis, M.T., berharap penurunan produksi migas tersebut tidak sampai mengoreksi efektivitas pelaksanaan program pengembangan masyarakat secara ekstrem.

Ia menegaskan pentingnya akurasi sinkronisasi antara program yang diusulkan masyarakat melalui Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dengan peta program kerja OPD agar tidak memicu tumpang tindih anggaran.

"Usulan-usulan yang masuk melalui Jasmas perlu dipaparkan dan disinkronkan dengan program pemerintah daerah. Jangan sampai program yang akan dilaksanakan justru berbenturan atau menduplikasi kegiatan yang sudah dianggarkan oleh OPD," kata Muhammad Zis.

Usai sesi seremonial sambutan, kegiatan berlanjut ke sesi inti pembahasan dan sinkronisasi program PPM yang dipimpin langsung oleh Ketua LSM MDW, Siti Farida. Dalam forum interaktif tersebut, seluruh draf usulan program dari masyarakat dipaparkan satu per satu dan dicocokkan dengan rencana kerja OPD guna memastikan pelaksanaan kegiatan murni berbasis kebutuhan primer masyarakat di wilayah terdampak operasi migas.

Ditemui usai kegiatan, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, menjelaskan bahwa sinkronisasi PPM merupakan agenda rutin tahunan yang bersifat wajib untuk memastikan program korporasi berjalan seiring sejalan dengan pembangunan daerah.

"Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih antara program yang didanai APBD dengan program yang dijalankan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dengan begitu, pemanfaatan anggaran program bisa jauh lebih optimal dan efisien bagi masyarakat," urai Febrian.

Febrian menjabarkan, program PPM Medco tahun ini akan diorkestrasikan di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Camplong dan Kecamatan Sampang, yang mencakup enam desa termasuk wilayah Pulau Mandangin. Seluruh program yang dibahas dalam forum tersebut murni diakomodasi dari Jasmas dan telah mendapatkan konsensus bersama, termasuk dalam hal alokasi plafon anggarannya.

"Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Harapannya seluruh item kegiatan bisa segera direalisasikan dan tuntas seratus persen pada tahun ini," imbuhnya.

SKK Migas juga memberikan rapor positif atas implementasi PPM Medco yang dinilai konsisten memberikan impak bagus bagi publik. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi internal, sejumlah program klaster terdahulu dinilai sukses menstimulus kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

"Ke depan, orientasi program akan lebih diarahkan pada kegiatan non-infrastruktur yang mampu mendongkrak kompetensi, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sehingga manfaat jangka panjangnya jauh lebih berkesinambungan," pungkas Febrian. 

Editor :