KLIKJATIM.Com | Gresik – SDIT Al Ibrah Gresik kembali menggelar agenda tahunan Survivor dan Qur'an Camp bagi seluruh siswa kelas VI. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada Rabu–Jumat 29 -31 Juli 2026 di Kampung Susu Lawu, Magetan, ini menjadi program pembinaan karakter intensif yang memadukan pendidikan kemandirian, kepedulian sosial, kepemimpinan, dan penguatan hafalan Al-Qur'an.
Mengusung konsep learning by living, para siswa tidak menginap di penginapan umum, melainkan tinggal bersama keluarga angkat di rumah-rumah warga setempat. Pengalaman ini memberikan pembelajaran nyata tentang kehidupan bermasyarakat, membangun komunikasi yang empatik, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Bersama orang tua asuh, para siswa terlibat langsung dalam aktivitas keseharian warga seperti bercocok tanam di ladang, berkebun, dan membantu pekerjaan rumah. Tak hanya itu, siswa juga mendapatkan wawasan pengolahan lingkungan melalui edukasi pengolahan limbah peternakan menjadi biogas sebagai energi alternatif ramah lingkungan.
Dalam sesi Belajar Kerja Nyata (BKN), para siswa diajak mengolah susu segar menjadi aneka olahan kuliner bernilai ekonomi, mulai dari permen susu, dodol susu, nget susu, susu goreng, hingga stik keju dan stik buah.
Di sisi spiritual, program Qur'an Camp menjadi wadah penempaan hafalan. Setiap hari siswa menjalani murojaah, setoran hafalan, dan pembinaan tahfiz secara intensif bersama para pembimbing demi menjaga istiqamah hafalan Al-Qur'an mereka.
Kepala Urusan Kesiswaan SDIT Al Ibrah, Mu'rifah, S.Ag., menjelaskan bahwa agenda ini menghadirkan ruang pembelajaran kehidupan yang tidak bisa didapatkan hanya di dalam ruang kelas formal.
"Agenda Survivor dan Qur'an Camp bagi siswa kelas VI ini bertujuan melatih mereka agar mampu survive dalam kehidupan dengan mandiri, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan, mampu bekerja sama, serta memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik," ungkap Mu'rifah.
Sementara itu, Kepala SDIT Al Ibrah, Janan, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar komprehensif sekolah dalam membangun karakter peserta didik secara utuh.
"Melalui kegiatan Survivor, kami berharap siswa semakin mandiri, memiliki kepekaan sosial, serta mulai menumbuhkan jiwa entrepreneur sebagai bekal masa depan. Sementara melalui Qur'an Camp, kami ingin memperkuat hafalan sekaligus menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur'an," papar Janan.
Janan berharap para siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari sehingga cita-cita memasyarakatkan Al-Qur'an dapat terwujud melalui generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Editor : Fatih