klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Menko AHY Resmikan Program DAK TPKT di Campurejo Gresik

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
AHY saat meresmikan kawasan hasil penataan permukiman melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) di Kecamatan Panceng, Gresik
AHY saat meresmikan kawasan hasil penataan permukiman melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) di Kecamatan Panceng, Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik  - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong model penataan kawasan permukiman di Desa Campurejo, Kabupaten Gresik, dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mempercepat pengentasan kawasan kumuh.

"Mudah-mudahan ini menjadi contoh penataan kawasan kumuh lainnya dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat," kata AHY saat meresmikan kawasan hasil penataan permukiman melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) di Kecamatan Panceng, Gresik, Sabtu.

AHY menegaskan penataan permukiman tidak boleh lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta agar memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

"Harus semakin maju, bukan hanya semakin sejahtera, tetapi juga semakin asri. Ini dimulai dari rumah-rumah kita, dari keluarga kita, di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Menurut AHY, penataan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga harus disertai penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah.

Ia menilai perubahan kondisi kawasan di Campurejo menunjukkan bahwa penataan terpadu mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kenyamanan hunian warga, serta berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) di Desa Campurejo menyasar kawasan pesisir seluas 7,11 hektare yang dihuni 1.152 jiwa. Penataan kawasan meliputi pembangunan dan revitalisasi 166 unit rumah, terdiri atas 102 unit rumah baru, 43 unit penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), serta 21 unit rumah baru yang didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

Selain penataan hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi jalan lingkungan berpaving, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik, dan fasilitas pengelolaan sampah 3R.

Editor :