KLIKJATIM.Com | Bandung – Persoalan keterbatasan air saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani di Desa Mekarsari. Kondisi tersebut kini mulai teratasi setelah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN menghadirkan fasilitas pompa listrik untuk mendukung pengairan lahan pertanian.
Program bertajuk POMPASARI (Pompa Listrik untuk Mendukung Pertanian Desa Mekarsari) tersebut menyasar Kelompok Tani Harapan III. Fasilitas yang dibangun diharapkan dapat menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.
Sebelumnya, petani di Desa Mekarsari harus menghadapi persoalan ketersediaan air ketika memasuki musim kemarau. Keterbatasan pasokan air membuat pola tanam terganggu dan berpotensi menurunkan produktivitas sawah.
Melihat kebutuhan tersebut, PLN berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Mekarsari dan Kelompok Tani Harapan III menghadirkan sistem pengairan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jawa Barat) bekerja sama dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baleendah untuk menghadirkan pasokan listrik hingga ke rumah pompa.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan pemanfaatan listrik untuk sektor pertanian diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui POMPASARI, listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengairan lahan pertanian sehingga membantu para petani meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Munawwar.
Dalam program tersebut, PLN membangun satu rumah pompa yang dilengkapi mesin berkapasitas 30 HP dan pasokan listrik 33.000 VA. Sistem tersebut didukung jaringan pipa sepanjang sekitar 300 meter untuk mengairi sekitar 25 hektare lahan milik Kelompok Tani Harapan III.
Selain fasilitas pengairan, program tersebut juga menyediakan hand tractor dan power thresher untuk membantu aktivitas pertanian.
POMPASARI tidak hanya diarahkan pada pembangunan sarana fisik. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi bagian dari program. Pada 18 Juni 2026, sebanyak 108 peserta mengikuti pelatihan peningkatan produksi padi serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Rumah pompa kemudian diresmikan pada 26 Agustus 2026. Pada saat yang sama, mesin pompa listrik mulai dioperasikan untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian.
Manager PLN UP2B Jawa Barat, Santo Kardono, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut harus diikuti dengan pengelolaan dan pemeliharaan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“POMPASARI menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar program TJSL memberikan dampak yang berkelanjutan. Setelah fasilitas ini diserahkan, yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memanfaatkannya agar manfaatnya terus dirasakan petani dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bagi petani, ketersediaan air menjadi kebutuhan utama untuk menjaga keberlangsungan kegiatan bercocok tanam. Ketua Kelompok Tani Harapan III, Rukmana, mengaku bersyukur dengan adanya fasilitas pompa listrik tersebut.
“Bagi petani, air itu kehidupan. Kalau air tersedia, kami bisa menanam dan merawat sawah dengan lebih tenang. Kami sangat bersyukur sekarang sudah ada pompa listrik dan rumah pompa yang dapat membantu pengairan sawah kami,” tuturnya.
Perwakilan Pemerintah Desa Mekarsari, Robi, juga mengapresiasi dukungan PLN. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan pengairan, terutama ketika musim kemarau.
“Atas nama Pemerintah Desa Mekarsari dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada PLN atas hadirnya Program POMPASARI. Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi petani kami. Dengan adanya rumah pompa dan pompa listrik ini, kami berharap pengairan lahan pertanian menjadi lebih baik, petani dapat lebih tenang dalam menghadapi musim kemarau, dan pada akhirnya hasil pertanian masyarakat dapat meningkat,” katanya.
Dengan beroperasinya rumah pompa, petani kini memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Keberlanjutan program selanjutnya bergantung pada pemanfaatan, pemeliharaan fasilitas, serta peningkatan kapasitas petani agar manfaat POMPASARI dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Editor : Abdul Aziz Qomar