KLIKJATIM.Com | Bogor – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) bersama Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) menggelar pelatihan budidaya ikan nila berbasis bioflok bagi masyarakat Desa Situ Udik, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan pemberdayaan masyarakat harus diarahkan pada peningkatan keterampilan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Menurutnya, pelatihan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya usaha mandiri berbasis potensi lokal.
"Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila, menciptakan nilai ekonomi yang lebih baik, serta mendukung terwujudnya Desa Situ Udik yang semakin mandiri," ujar Munawwar.
Pelatihan menghadirkan peneliti dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Nuryadi, yang membagikan pengetahuan mengenai teknik budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan dan diskusi interaktif mengenai pengelolaan kolam, kualitas air, hingga penanganan kendala yang kerap dihadapi pembudidaya.
Manager PLN UP2B Jakban, Akhmad Duli, menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Kami ingin program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan sehingga mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang," katanya.
Sementara itu, Nuryadi menjelaskan bahwa teknologi bioflok mampu meningkatkan efisiensi budidaya ikan karena memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air sekaligus mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.
"Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok bukan hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menciptakan budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami berharap peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten sehingga produktivitas budidaya terus meningkat dan mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat," jelasnya.
Selama pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya, pengelolaan kualitas air, hingga strategi meningkatkan hasil panen menjadi topik diskusi yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap usaha perikanan.
Ketua LKP Bina Sejahtera, Tati, mengapresiasi dukungan PLN yang tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat. Kami optimistis ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga budidaya ikan nila berbasis bioflok terus berkembang, meningkatkan produktivitas, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Situ Udik," ujarnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar