klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diduga Berawal Saling Olok, 4 Pemuda Dikeroyok Kelompok OTK di Patrang Jember

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Korban pengeroyokan saat mendapatkan perawatan medis
Korban pengeroyokan saat mendapatkan perawatan medis

KLIKJATIM.Com | Jember  -Saling olok diduga menjadi pemicu keributan yang berujung dugaan pengeroyokan terhadap empat pemuda di kawasan Simpang Empat Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan M. Seruji, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Minggu (30/8/2026) dini hari.


Keributan yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu melibatkan rombongan pemuda asal Kecamatan Arjasa dengan kelompok pemuda lain yang belum diketahui identitasnya. Empat pemuda berinisial RW (19), JN (19), MNS (17), dan PJS (17) mengalami luka dalam kejadian tersebut.


Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Polisi menerima informasi mengenai kejadian itu sekitar pukul 01.30 WIB dan langsung melakukan penanganan.


“Benar, pada hari Minggu tanggal 30 Agustus 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, petugas kami dari Polsek Patrang maupun piket Reskrim Polres Jember mendapatkan informasi adanya dugaan penganiayaan di Jalan M. Seruji, Kelurahan Patrang,” kata Andry saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.


Menurut Andry, sebelum keributan terjadi, empat korban bersama rombongannya berada di kawasan Simpang Empat Patrang. Mereka sebelumnya berangkat bersama delapan orang dari Kecamatan Arjasa untuk membeli nasi goreng dan kemudian berencana menuju arah Jember kota.


Saat melintas di sekitar lokasi, rombongan korban diduga berpapasan dengan kelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor. Berdasarkan keterangan JN, kelompok tersebut melakukan aksi salipan sambil bermain jajar, menggeber sepeda motor dan bermanuver ke kanan serta kiri hingga menghalangi perjalanan rombongan.


Situasi kemudian memanas ketika JN bersama PJS menghentikan kendaraan untuk menanyakan maksud kelompok tersebut. Salah seorang anggota kelompok lain disebut menantang untuk berduel hingga terjadi cekcok.


Cekcok tersebut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. JN mengaku sempat ditarik bagian kerah bajunya dan dipukul oleh anggota kelompok tersebut. Saat berusaha mundur dengan posisi menunduk, sebuah batu juga disebut mengenai bagian kepalanya.


“Awalnya kami cuma mau tanya maksud mereka. Setelah itu ada yang menantang duel, kemudian terjadi cekcok dan akhirnya kami dipukul,” ujar JN.


Keributan semakin besar setelah kelompok tersebut kembali ke lokasi bersama sejumlah orang lainnya. Para korban kemudian diduga menjadi sasaran kekerasan hingga mengalami luka-luka.


JN menyebut empat orang dari rombongannya mengalami luka, yakni dirinya, PJS, RW dan MNS. Salah seorang korban disebut sempat menghadapi serangan menggunakan celurit berukuran kecil, sedangkan korban lainnya terkena lemparan batu.


Situasi sempat mereda. Namun, kelompok yang diduga melakukan penyerangan kembali datang dengan jumlah lebih banyak dan melakukan pelemparan batu sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.


“Mereka kemudian kabur, melarikan diri ke arah kota mungkin ke Alun-alun Kota Jember,” kata JN.


Setelah kejadian, para korban meninggalkan lokasi. JN kemudian menuju Puskesmas Arjasa untuk mendapatkan penanganan medis dan rujukan atas luka yang dialaminya bersama rekan-rekannya.


Keempat korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Jember. Polisi juga melakukan pemeriksaan visum et repertum (VER) untuk mendokumentasikan luka yang dialami korban.


Andry mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kelompok yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Polisi juga mendalami rangkaian kejadian dan motif yang melatarbelakangi keributan.


“Untuk para terduga pelaku masih dalam penyelidikan,” tegas Andry.


Keempat korban diketahui berasal dari wilayah Kabupaten Jember. Menurut Andry, beberapa korban merupakan pelajar SMA dan SMK asal Kecamatan Pakusari dan Arjasa. Selain itu, terdapat korban yang diketahui baru lulus SMA.


“Ada juga korban di antaranya yang baru lulus SMA. Kami juga masih mengumpulkan keterangan dari para korban dan saksi-saksi, serta menelusuri identitas pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut,” tandasnya.

Editor :