klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diduga Akibat Puntung Rokok, Lahan Kosong di Belakang PT Garam Pangarengan Sampang Terbakar

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
Tim Damkar Sampang bekerjasama dengan Forkopimcam Pangarengan saat memadamkan api. (Ist)
Tim Damkar Sampang bekerjasama dengan Forkopimcam Pangarengan saat memadamkan api. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Lahan kosong di belakang Gudang PT Garam yang berlokasi di Jalan Raden Praseno, Dusun Apaan Timur, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, terbakar pada Rabu (26/8/2026) sore. Kobaran api berhasil dipadamkan petugas sekitar 20 menit setelah armada tiba di lokasi kejadian.

Kasi Operasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Daerah (Damkar) Kabupaten Sampang, Maftuh Fathurrahman, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima oleh pihak Posko Damkar pada pukul 13.22 WIB.

Merespons laporan tersebut, Tim Damkar Sampang mengerahkan tiga unit armada dan tiba di titik lokasi pada pukul 13.37 WIB untuk segera melakukan penanganan.

Fathurrahman menuturkan, dugaan sementara penyebab kebakaran bermula dari kelalaian oknum warga yang membuang puntung rokok sembarangan di atas lahan yang mengering. Tingginya kecepatan angin di lokasi kejadian membuat kobaran api merembet dan membesar secara cepat.

"Dengan kondisi lahan kering ditambah angin kencang, api mudah sekali membesar, itu berdasarkan informasi dari Camat Pangarengan, Muhammad Junaidi," terang Fathurrahman, Kamis (27/8/2026).

Proses pemadaman serta pendinginan lokasi kebakaran berhasil diselesaikan secara penuh pada pukul 13.57 WIB melalui sinergi tim Damkar bersama jajaran Forkopimcam, Polsek, dan Koramil Pangarengan.

"Alhamdulillah dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa," tegas Fathurrahman.

Sementara itu, Camat Pangarengan, Muhammad Junaidi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama saat memasuki musim kemarau dengan potensi angin kencang.

"Kita harus selalu waspada untuk menghindari kejadian serupa," imbaunya.

Editor :