KLIKJATIM.Com | Gresik – Kerja sama antara BPJS Kesehatan Cabang Gresik dan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) akan berakhir pada 15 September 2026. Berakhirnya kerja sama tersebut membuat layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSPG tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan setelah tanggal tersebut.
Informasi mengenai penghentian kerja sama ini sebelumnya beredar di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta JKN, terutama pasien yang selama ini menjalani perawatan rutin di RSPG.
Humas BPJS Kesehatan Gresik, Qury Aini, membenarkan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Gresik dan RSPG telah sepakat mengakhiri kerja sama.
“Iya, kedua belah pihak, RS Petrokimia Gresik dan BPJS Kesehatan Cabang Gresik sepakat untuk mengakhiri kerja sama,” ujar Qury.
Meski demikian, BPJS Kesehatan memastikan penghentian kerja sama tidak serta-merta membuat peserta JKN kehilangan akses terhadap layanan kesehatan. Pasien yang sedang menjalani pengobatan akan mendapat pendampingan untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Hal itu terutama berlaku bagi pasien yang membutuhkan layanan berkelanjutan, seperti hemodialisa atau cuci darah, kemoterapi, thalassemia, serta pasien yang menjalani kontrol rutin.
“Untuk pasien peserta JKN HD, kemoterapi, thalassemia serta pasien yang kontrol rutin akan dipandu oleh petugas BPJS Kesehatan dan RS Petrokimia Gresik untuk keberlanjutan layanannya. Kami pastikan pasien tetap terlayani dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan haknya,” katanya.
Pasien Hemodialisa Jadi Perhatian
Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah hemodialisa atau cuci darah. Pasalnya, layanan tersebut merupakan terapi yang harus dilakukan secara rutin dan tidak dapat dihentikan secara tiba-tiba.
RSPG saat ini memiliki 20 tempat tidur untuk layanan hemodialisa dengan jumlah pasien sekitar 180 orang. Sementara itu, kapasitas layanan hemodialisa di sejumlah rumah sakit di Gresik juga disebut cukup padat.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Gresik, drg Setyo Susilo, mengatakan terdapat diskresi sementara untuk layanan hemodialisa selama proses distribusi pasien ke rumah sakit lain.
“Untuk sementara masih ada diskresi terkait layanan Hemodialisa (HD) sampai pasien dapat didistribusikan ke RS lain. Jadi layanan HD untuk pasien insyaallah aman,” ujar Setyo.
Dinas Kesehatan Gresik juga akan melakukan mitigasi untuk memastikan peserta JKN tetap memperoleh pelayanan apabila pengakhiran kerja sama berdampak terhadap akses pasien.
“Kalau memang terjadi pemutusan kerja sama, kami akan melakukan mitigasi agar pasien BPJS Kesehatan tetap bisa mendapatkan layanan secara optimal. Ditunggu dulu informasi dari BPJS,” imbuhnya.
RSPG Siapkan Masa Transisi
Direktur RSPG, dr. Luviana Tyaswulandari, mengatakan rumah sakit memahami adanya kekhawatiran masyarakat akibat berakhirnya layanan JKN di RSPG.
Karena itu, RSPG menyiapkan layanan informasi melalui Customer Care untuk membantu pasien yang sedang menjalani perawatan maupun membutuhkan informasi mengenai proses transisi dan pengalihan rujukan.
“Kami memohon pengertian masyarakat jika ada ketidaknyamanan yang terjadi atas ditutupnya layanan JKN pada RS Petrokimia Gresik,” ujar Luviana melalui keterangan tertulis yang diterima Klikjatim.com, Selasa 8 September 2026.
RSPG juga siap memfasilitasi pasien untuk mendapatkan layanan di jaringan rumah sakit lain dalam Grup Petrokimia sesuai dengan ketentuan JKN.
Pasien dapat diarahkan ke RS Grha Husada di Jalan Padi No. 3, Kompleks Perumahan Petrokimia Gresik, maupun RSPG Driyorejo di Jalan Raya Legundi Km 0,5, Driyorejo, yang tetap bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Masyarakat Gresik tidak perlu khawatir karena RS Grha Husada dan RSPG Driyorejo sebagai bagian dari grup tetap siap menerima pasien BPJS Kesehatan, termasuk klinik-klinik PPK 1 dalam grup,” jelasnya.
Untuk kondisi gawat darurat, RSPG juga akan membantu proses pengalihan pasien yang membutuhkan layanan JKN ke fasilitas kesehatan lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, layanan RSPG bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan tetap berjalan, khususnya untuk pasien yang mengalami kecelakaan kerja.
RSPG Buka Layanan Baru
Di tengah berakhirnya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, RSPG menyatakan tetap melakukan pengembangan layanan kesehatan. Sejumlah layanan baru reguler maupun premium dijadwalkan dibuka pada September 2026.
Layanan tersebut meliputi Women & Children Center terpadu yang berfokus pada kesehatan perempuan serta tumbuh kembang anak.
Kemudian Occupational Health and Industrial Hygiene Center untuk kebutuhan korporasi dan pekerja industri, Pain Clinic untuk penanganan nyeri pada saraf, Wound Clinic untuk perawatan luka termasuk luka pada pasien diabetes, serta Geriatric Clinic untuk pemeriksaan dan perawatan terpadu bagi lansia.
“Fokus utama kami saat ini dan ke depan adalah layanan yang optimal kepada pasien,” kata Luviana.
Ia menegaskan, RSPG tetap berkomitmen menjalankan pelayanan dengan mengedepankan keselamatan pasien, kepatuhan, dan integritas.
“Kami berkomitmen penuh agar seluruh proses pelayanan di RSPG berjalan selaras dengan prinsip patient safety, kepatuhan dan integritas yang tinggi,” tuturnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar