KLIKJATIM.Com | Jember -Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Jember, hingga Minggu (6/9/2026). Kondisi yang sebelumnya banyak terjadi pada Pertalite kini juga terlihat pada BBM nonsubsidi seperti Pertamax serta solar.
Antrean dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Puger, Jambearum, Pakusari, Patrang, Kencong, Jombang, hingga SPBU lainnya. Di beberapa lokasi, barisan kendaraan bahkan memanjang hingga keluar area SPBU dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Kondisi antrean di sejumlah SPBU Jember juga terpantau pada Sabtu (5/9/2026).
Persoalan tersebut tidak terlepas dari keterlambatan distribusi BBM setelah terjadi kemacetan panjang di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Pertamina menyebut kondisi lalu lintas di kawasan tersebut berdampak terhadap pergerakan mobil tangki yang membawa pasokan BBM menuju wilayah Tapal Kuda, termasuk Jember.
Kemacetan mulai menjadi kendala serius pada Kamis (3/9/2026). Panjang antrean kendaraan di kawasan Tanjung Wangi dilaporkan mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer. Kepadatan bahkan terjadi hingga beberapa jalur sehingga mobil tangki Pertamina kesulitan bergerak menuju wilayah distribusi.
Di sekitar Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, kendaraan hanya dapat bergerak sekitar tujuh hingga delapan menit sebelum kembali berhenti selama 45 hingga 60 menit. Akibatnya, waktu tempuh pengiriman yang sebelumnya rata-rata delapan hingga 10 jam meningkat menjadi sekitar 15 hingga 23 jam.
Dampaknya, kedatangan pasokan BBM ke sejumlah wilayah mengalami keterlambatan. Pertamina mencatat sekitar 10 mobil tangki terdampak kemacetan tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi kemacetan memang memberikan tantangan terhadap kelancaran distribusi BBM. Namun, Pertamina memastikan berbagai langkah dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan,” ujar Ahad saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Minggu (6/9/2026).
Pertamina kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Satuan Lalu Lintas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek dan Babinsa, untuk membantu memberikan prioritas pergerakan kepada mobil tangki Pertamina.
Selain mengatur pergerakan mobil tangki, Pertamina menyiapkan skema alih suplai dari sejumlah wilayah. Total potensi alih suplai yang disiapkan mencapai 584 kiloliter (KL) untuk kebutuhan wilayah Bondowoso dan Situbondo sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila jalur distribusi utama masih menghadapi hambatan.
“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Ahad.
Sementara itu, antrean panjang di Jember sebelumnya sudah terlihat sejak Minggu (30/8/2026). Pada awalnya, antrean lebih banyak terjadi pada pengisian Pertalite dan diduga turut dipengaruhi peningkatan konsumsi masyarakat akibat isu kenaikan harga BBM yang beredar.
Namun, seiring terjadinya hambatan pada jalur distribusi dari Banyuwangi, antrean kemudian meluas. Pertamina menyatakan stok BBM secara keseluruhan tetap aman, tetapi keterlambatan mobil tangki membuat waktu kedatangan pasokan ke sejumlah SPBU menjadi lebih panjang.
Kondisi tersebut juga dirasakan warga. Diyah (29), salah seorang warga Kecamatan Kaliwates, Jember, mengatakan dirinya terpaksa ikut mengantre di SPBU Gajah Mada setelah kesulitan mendapatkan BBM dari pedagang eceran.
“Biasanya saya beli eceran di pedagang, namun karena banyak yang tutup, maka terpaksa ikut antre panjang di SPBU karena BBM motor saya habis. Kondisi ini sudah hampir seminggu ini,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan agar antrean tidak semakin panjang dan distribusi dapat berjalan lebih tertib.
Pertamina memastikan pemantauan distribusi terus dilakukan, termasuk mengevaluasi kondisi lalu lintas dan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah. Langkah tersebut dilakukan agar keterlambatan pasokan dari Banyuwangi tidak berkembang menjadi gangguan berkepanjangan terhadap kebutuhan BBM masyarakat Jember dan wilayah sekitarnya.
Editor : Wahyudi