klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tajemtra 2026 Pecahkan Rekor Peserta, 25.613 Orang Tempuh Rute 29,4 Kilometer

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Antusias: Peserta TAJEMTRA 2026 antusias mengikuti gerak jalan yang telah berlangsung sejak 1977. (Hatta/Klikjatim.com)
Antusias: Peserta TAJEMTRA 2026 antusias mengikuti gerak jalan yang telah berlangsung sejak 1977. (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Tradisi Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) kembali menyedot perhatian masyarakat. Hampir setengah abad setelah pertama kali digelar pada 1977, kegiatan yang menempuh jarak 29,4 kilometer ini masih menjadi salah satu agenda yang lekat dengan masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tajemtra 2026 digelar Sabtu (5/9/2026), dengan titik start di Alun-Alun Kecamatan Tanggul dan finis di Alun-Alun Jember Nusantara, yang menjadi titik pusat Kabupaten Jember.

Sebanyak 25.613 peserta ambil bagian dalam kegiatan tahun ini. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya dan disebut berpotensi menjadi jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Tajemtra.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan peningkatan partisipasi terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai unsur, mulai masyarakat umum, ASN dan non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, komunitas, hingga TNI dan Polri.

“Insyaallah pesertanya menjadi peserta terbanyak sepanjang sejarah diadakannya Gerak Jalan Tajemtra. Banyak orang ASN, juga ada non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, masyarakat umum, termasuk TNI Polri ikut berpartisipasi,” ujar Fawait saat persiapan pelepasan peserta di Alun-Alun Tanggul.

Menurut Fawait, peningkatan jumlah peserta menunjukkan Tajemtra masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Ia menyebut jumlah peserta mengalami lonjakan hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode 2015 hingga 2025.

“Kalau kita bandingkan dari tahun ke tahun, khususnya dari 2015 sampai 2025, melompatnya hampir 100 persen. Terakhir kalau enggak salah 15.000 sekian, hari ini sudah 25.000,” katanya.

Dengan jarak hampir 30 kilometer, Tajemtra bukan sekadar kegiatan olahraga. Peserta harus menjaga stamina sejak keberangkatan hingga tiba di garis finis. Di sepanjang perjalanan, berbagai komunitas turut menampilkan identitas kelompok melalui kostum, yel-yel dan berbagai kreativitas.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan kekuatan Tajemtra terletak pada semangat kebersamaan yang terbangun sepanjang lintasan.

“Sejak 1977 sampai hari ini, generasinya berganti tetapi semangat Tajemtra tetap sama. Di sepanjang perjalanan tidak ada sekat. Pelajar, masyarakat umum, komunitas, ASN, pekerja, tua maupun muda berjalan di jalur yang sama dan menuju garis finis yang sama,” kata Regar.

Menurut Regar, perjalanan puluhan kilometer juga menjadi ruang bagi peserta untuk saling membantu. Mereka yang kelelahan mendapatkan dukungan dari rekan seperjalanan, sedangkan peserta yang tertinggal tidak jarang ditunggu agar bisa kembali melanjutkan perjalanan bersama.

“Tajemtra mengajarkan kita satu hal sederhana: perjalanan panjang akan terasa lebih ringan ketika ditempuh bersama. Ada yang lelah, ada yang menyemangati. Ada yang tertinggal, ada yang menunggu,” ujarnya.

Keramaian Tajemtra juga membawa dampak bagi masyarakat di sepanjang jalur. Warga turut memberikan dukungan kepada peserta, sementara pedagang dan pelaku usaha memanfaatkan tingginya mobilitas masyarakat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, kondisi tersebut menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan. Tajemtra diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Regar menegaskan keberlangsungan Tajemtra tidak cukup hanya dengan mempertahankan pelaksanaannya setiap tahun. Nilai dan semangat yang terkandung dalam tradisi tersebut juga harus diwariskan kepada generasi muda.

“Tradisi tidak cukup hanya dipertahankan. Tradisi harus diwariskan kepada generasi berikutnya, dibuat semakin menarik dan memberikan manfaat yang semakin luas,” tuturnya.

Dalam penyelenggaraan Tajemtra 2026, Pemkab Jember juga melibatkan sejumlah pihak, salah satunya PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kembali memberikan dukungan transportasi bagi sebagian peserta.

Fawait mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama puluhan tahun antara Pemkab Jember dan KAI. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Tajemtra, tetapi dapat diperluas untuk mendukung pembangunan Kabupaten Jember, terutama sektor transportasi.

“Mudah-mudahan kerja sama yang sudah puluhan tahun terjalin dengan baik bisa terus dengan baik. Mudah-mudahan bukan cuma urusan Tajemtra, tapi urusan yang lain untuk memajukan Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Tajemtra 2026 kembali membuktikan bahwa tradisi yang lahir hampir lima dekade lalu masih mampu menarik puluhan ribu orang. Sebanyak 25.613 peserta menempuh perjalanan dari Tanggul menuju pusat Kabupaten Jember, membawa semangat yang sama: menyelesaikan perjalanan panjang bersama.

Bagi Jember, Tajemtra bukan semata gerak jalan sejauh 29,4 kilometer. Tradisi ini telah menjadi ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus bagian dari identitas masyarakat yang terus diwariskan dari tahun ke tahun.

Editor :