KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Guna mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk, Pelindo Tanjung Wangi secara insidentil kembali membuka fasilitas kantong parkir dan buffer area (area penyangga) di kawasan pelabuhan pada Jumat (4/9/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk menampung armada truk besar dan kendaraan logistik yang hendak menuju area pelabuhan—baik yang telah mengantongi tiket maupun belum bertiket—sehingga tidak menumpuk dan memicu antrean panjang di badan jalan nasional.
General Manager Pelindo Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, menjelaskan bahwa pemanfaatan buffer area ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Perhubungan guna bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menanggulangi kemacetan.
"Kami membuka kembali kantong parkir dan buffer area yang kami miliki sebagai bagian dari upaya bersama untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di akses menuju pelabuhan. Kendaraan yang akan menuju pelabuhan dapat diarahkan untuk menunggu sementara di area yang telah disiapkan sehingga tidak seluruhnya menumpuk di badan jalan," ujar Eko.
Untuk mendukung efektivitas penanganan lalu lintas di lapangan, Pelindo Tanjung Wangi menyiagakan dua lokasi fasilitas penampungan sementara.
Si area RTK dengan luas lahan mencapai 7.000 meter persegi dengan kapasitas tampung hingga 95 unit truk golongan V, dan di Buffer area utama dengan luas lahan mencapai 24.898 meter persegi yang sanggup memuat hingga 313 unit truk golongan V hingga VII.
"Pemanfaatan area ini sifatnya insidentil dan akan kami sesuaikan dengan kondisi kepadatan di lapangan. Harapannya, keberadaan buffer area ini dapat memberikan ruang bagi kendaraan untuk menunggu sehingga kepadatan di ruas jalan utama dapat diminimalkan," imbuh Eko.
Selain menyiapkan fasilitas kantong parkir, Pelindo Tanjung Wangi terus berkoordinasi secara intensif dengan perusahaan pelayaran demi mempercepat boaste time atau durasi operasional bongkar muat kapal selama bersandar di pelabuhan.
Pihak Pelindo juga meminta para agen pelayaran untuk mengevaluasi sistem pendistribusian dan penjualan tiket, memastikan ketepatan jadwal keberangkatan, serta memaksimalkan kesiapan armada kapal guna memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa.
Editor : Fatih