KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Pembelajaran di industri melalui pendekatan Project Based Learning (PJBL) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik dari aspek hardskill maupun softskill.
Melalui metode ini, para siswa diberikan ruang untuk belajar secara langsung lewat pengalaman praktis serta penyelesaian kasus riil yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Abdul Kholis, menegaskan bahwa model pembelajaran yang terintegrasi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memiliki peranan vital dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.
"Tujuannya adalah peningkatan kompetensi siswa, baik hardskill maupun softskill. Penguatan kompetensi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas," ujar Abdul Kholis saat memberikan pembekalan kepada siswa SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo di sela-sela kunjungan industri ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
Menurut Kholis, interaksi langsung dengan lingkungan kerja profesional memberi kesempatan bagi siswa untuk menyerap secara langsung standar operasional, budaya kedisiplinan, etika komunikasi, hingga rasa tanggung jawab profesional.
Melalui pendekatan PJBL, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi pasif, melainkan dituntut untuk merencanakan proses, mengeksekusi proyek, memecahkan masalah (problem solving), serta menghasilkan produk atau layanan dengan kriteria mutu yang terukur.
"PJBL di industri menjadi pendekatan yang sangat relevan karena siswa dituntut memahami proses, mengerjakan proyek, menyelesaikan persoalan, dan menghasilkan capaian yang jelas. Ini sekaligus menjadi jembatan antara teori di sekolah dengan kebutuhan nyata di industri," imbuhnya.
Kehadiran ekosistem industri dalam proses pendidikan kejuruan juga dinilai efektif dalam membuka wawasan baru bagi para siswa. Kunjungan serta praktik lapangan memungkinkan peserta didik menyaksikan langsung bagaimana sebuah perencanaan kerja dieksekusi secara presisi dan bagaimana kolaborasi tim menjadi kunci utama kesuksesan operasional.
Melalui pengalaman belajar berbasis proyek di fasilitas medis seperti RSA UGM, siswa SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki ketahanan mental, adaptabilitas, serta etika kerja yang sesuai dengan kebutuhan standar pelayanan medis modern. (anas)
Editor : Fatih