klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lewat Bimtek BOSP Kinerja 2026, BBPMP Jatim Mendorong Sekolah Bermutu, Literat, dan Digital

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Fasilitator daerah sekaligus Narasumber Dr.Rukmini Ambarwati,M.Psi., saat memberikan matari kepada bapak ibu guru.
Fasilitator daerah sekaligus Narasumber Dr.Rukmini Ambarwati,M.Psi., saat memberikan matari kepada bapak ibu guru.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Penguatan mutu pendidikan di Jawa Timur terus didorong secara masif melalui pemanfaatan data Rapor Pendidikan, penguatan kemampuan literasi dan numerasi, serta akselerasi transformasi pembelajaran berbasis digital.

Langkah strategis tersebut diwujudkan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur lewat agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Implementasi BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 yang berlangsung pada 2–5 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, hingga guru dari satuan pendidikan penerima BOSP Kinerja Terbaik ini dirancang tidak sekadar menekankan aspek pertanggungjawaban administrasi.

Lebih dari itu, Bimtek ditujukan untuk mengasah kemampuan sekolah dalam membaca kondisi riil satuan pendidikan, menetapkan prioritas, dan menyusun program perbaikan secara terukur.

Fasilitator Daerah sekaligus narasumber kegiatan, Dr. Rukmini Ambarwati, M.Psi., menegaskan krusialnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sekolah didorong menjadikan data Rapor Pendidikan sebagai pijakan utama dalam mengidentifikasi akar masalah serta merancang strategi peningkatan mutu demi pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (8 SNP).

"Sekolah tidak cukup hanya mengetahui hasil Rapor Pendidikan. Yang lebih penting adalah mampu menganalisis capaian, menemukan persoalan kunci, lalu menyusun langkah perbaikan yang tepat dan terarah," terang Ambarwati saat memberikan materi di lokasi kegiatan SMANOR dan SMK PGRI 1 Sidoarjo.

Rangkaian penguatan literasi dan numerasi bergulir pada 2–3 September 2026 yang dipusatkan di SMA Darussalam dan SMK YPM 4 Taman. Dipandu oleh Rita Puspa Lestari, S.Pd., para peserta diarahkan membedah Rapor Pendidikan untuk mendeteksi capaian indikator terendah, lalu menerjemahkannya menjadi solusi konkret sesuai kebutuhan karakteristik sekolah.

Materi ini turut menggembleng kesiapan peserta didik dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui pemahaman karakteristik soal serta pembentukan budaya asesmen yang berkelanjutan.

Selanjutnya pada 4–5 September 2026, agenda berlanjut pada materi digitalisasi pembelajaran di SMA Hangtuah 5 Candi dan SMKN 2 Buduran. Narasumber digitalisasi, Zuandi, S.Kom., memaparkan bahwa pembelajaran berbasis digital merupakan keniscayaan di tengah disrupsi teknologi.

"Digitalisasi tidak sebatas penggunaan perangkat fisik. Teknologi harus ditempatkan sebagai strategi mendasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi pendidik, dan menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045," papar Zuandi.

Di sisi lain, Ambarwati mengapresiasi perkembangan positif peta penerima BOSP Kinerja Terbaik tahun anggaran 2026. Menurutnya, proporsi penerima penghargaan kinerja dari jenjang SMA dan SMK swasta mengalami peningkatan yang sangat menonjol.

"Yang sangat menggembirakan, penerima BOSP Kinerja Terbaik tahun ini lebih banyak berasal dari SMA dan SMK swasta. Ini membuktikan bahwa sekolah swasta kini mendapatkan perhatian, ruang tumbuh, dan apresiasi yang setara dengan sekolah negeri," tegas Ambarwati memungkasi. (Anas) 

Editor :