klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tebu Petani Blora Terserap Optimal, Petani Apresiasi Penyelamatan Panen oleh PT SGN via PG Rendeng

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Keterangan: Direktur Utama PT SGN bersama Paguyuban Petani Tebu Blora dalam momentum penguatan sinergi untuk penyerapan tebu dan pengembangan budidaya tebu yang lebih berkualitas (4/9/2026).
Keterangan: Direktur Utama PT SGN bersama Paguyuban Petani Tebu Blora dalam momentum penguatan sinergi untuk penyerapan tebu dan pengembangan budidaya tebu yang lebih berkualitas (4/9/2026).

KLIKJATIM.Com | Blora – Petani tebu di Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atau Sugar Co atas komitmen nyata dalam mengawal penyerapan hasil panen tebu pada musim giling tahun ini. Melalui unit usahanya, Pabrik Gula (PG) Rendeng, tebu milik petani Blora yang sebelumnya sempat terancam tak tertebang kini berhasil diserap secara optimal.

Sebelumnya, hampir 500 hektare lahan tebu milik petani lokal menghadapi kendala proses penebangan. Namun, lewat fasilitasi dan pengawalan intensif dari PG Rendeng sebagai perpanjangan tangan PT SGN, kini sekitar 90 persen tebu di kawasan tersebut telah berhasil diserap oleh pabrik.

Anton Sudibyo, salah seorang perwakilan petani tebu Blora mengaku lega dan bersyukur atas langkah cepat yang diambil oleh manajemen PT SGN dalam menyelamatkan nasib para petani di tingkat akar rumput.

"Kami sangat terharu dan tersanjung. Dalam kondisi kemarin tebu tidak tertebang hampir 500 hektare, saat ini dengan difasilitasi pengawalan Pabrik Rendeng sebagai wakil SGN, akhirnya tebu Blora terserap hampir 90 persen," ungkap Anton Jumat (4/9/2026).

Ia menambahkan, sisa 10 persen tebu yang belum tertebang diproyeksikan tuntas hingga Oktober mendatang. Dirinya berharap kemitraan ini tidak berhenti pada proses penyerapan panen, tetapi berlanjut pada edukasi budidaya dan pembinaan agar petani mampu menghasilkan tebu berkualitas tinggi.

Selain memastikan hasil panen terserap pasar, para petani juga menaruh harapan besar pada pendampingan teknis budidaya, khususnya penyediaan varietas bibit unggul seperti bibit SGN 1 untuk mendampingi varietas Panjalu 1 maupun Mustika A.

"Mudah-mudahan ke depannya SGN bisa terus membina dan mengedukasi kami, sehingga petani tidak miris dan tidak minder di tengah goncangan ekonomi. Terima kasih kepada PT SGN yang telah melakukan penyelamatan tebu, khususnya di Kabupaten Blora," imbuh Khairul Anwar petani lainnya.

Langkah penyerapan tebu petani Blora melalui PG Rendeng ini menjadi bukti konkrit sinergi antara BUMN gula dan petani rakyat dalam menjaga keberlanjutan produksi tebu serta mendukung penguatan industri gula nasional.

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co merupakan sub-holding gula milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang mengelola agroindustri komoditas gula. Didirikan pada 17 Agustus 2021, pembentukan PT SGN merupakan bagian dari Restrukturisasi Bisnis Gula PTPN Grup sekaligus masuk dalam daftar 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mewujudkan swasembada gula nasional.

Saat ini, PT SGN mengonsolidasi 36 Pabrik Gula PTPN, 2 PG PT Rajawali I, 3 PG PT Rajawali II, dan 1 PG PT Candi Baru yang tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan. Perusahaan terus melakukan transformasi bisnis di sektor pengolahan (off-farm) maupun kemitraan budidaya (on-farm) demi meningkatkan kesejahteraan petani tebu rakyat.

Editor :