klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Massa PSHT Desak Polrestabes Surabaya Usut Tuntas Pembacokan Anggotanya oleh DC

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Aksi massa PSHT di JL Teuku Umar Surabaya yang diduga jadi kantor debt colector pelaku pembacokan
Aksi massa PSHT di JL Teuku Umar Surabaya yang diduga jadi kantor debt colector pelaku pembacokan

KLIKJATIM.Com | Surabaya  -Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surabaya, Rosadin meminta Polrestabes Surabaya untuk menuntaskan kasus pembacokan salah satu anggotanya yang diduga dilakukan oknum debt collector (DC).

Hal tersebut di ungkapkan Rosadin usai berlangsungnya aksi oleh ribuan anggota PSHT di Mako Polrestabes Surabaya. Rosadin mengatakan tuntutan aksi kali ini yakni berharap penegakan hukum yang nantinya di lakukan oleh aparat harus adil dan tidak berpihak pada satu golongan.

"Penegakan hukum tanpa tebang pilih karena pelakunya banyak, kok cuma satu saja yang ditangkap. Mereka bawa sajam (senjata tajam) banyak, tapi kok yang lain kok tidak diproses," ujarnya.

Disamping itu ia menegaskan, aksi damai turun ke jalan yang hendak dilakukan anggota hari ini di Surabaya dilakukan oleh arus bawah PSHT, bukan dari pengurus cabang.

"Kegiatan itu bukan dari organisasi, tapi solidaritas dari adik-adik arus bawah. Jadi kami secara organisasi tidak terwakili untuk ikut ke sana," ungkapnya.

Ia menyebut, ribuan anggota PSHT yang menggelar aksi di di depan Mapolrestabes Surabaya dan markas DC yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Surabaya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

"Kita tetap memantau. Ini kan adik-adik kita juga, bisa jadi dari Surabaya dan sekitarnya.

Usai menyuarakan aspirasi di depan Mako Polrestabes Surabaya, ribuan massa aksi langsung meluncur ke Jl. Teuku Umar, Surabaya lengkap dengan atribut bendera PSHT.

Suasana aksi diwarnai dengan konvoi dan adu gas motor oleh massa dan sempat terjadi pelemparan batu dan botol ke arah aparat gabungan, namun suasana ricuh dapat dibubarkan pada pukul 17.00 WIB

Editor :