klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran, Dapat Insentif Rp3 Miliar

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan Terbaik I Penurunan Pengangguran Regional Jawa-Bali dari Menko Polkam Djamari Chaniago di Yogyakarta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan Terbaik I Penurunan Pengangguran Regional Jawa-Bali dari Menko Polkam Djamari Chaniago di Yogyakarta.

KLIKJATIM.Com | Yogyakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Regional Jawa-Bali. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6) malam.

Atas capaian luar biasa tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya membawa pulang trofi penghargaan, tetapi juga diganjar insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas apresiasi ini. Menurutnya, keberhasilan menekan angka pengangguran merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi yang kuat di seluruh lini.

"Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta dunia industri," ujar Khofifah, Jumat (5/6/2026).

Khofifah menambahkan, pencapaian ini selaras dengan berbagai poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan secara berkelanjutan melalui program Nawa Bhakti Satya. Strategi ini mencakup penguatan kualitas SDM, perluasan kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Keberhasilan Pemprov Jatim ini tercermin jelas dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tercatat berada di angka 3,55 persen. Angka ini mengalami penurunan dari Februari 2025 yang sebesar 3,61 persen, sekaligus jauh lebih rendah dari rata-rata nasional yang berada di level 4,68 persen.

Jika ditarik dalam lima tahun terakhir, Jawa Timur menunjukkan tren penurunan pengangguran yang sangat konsisten, yaitu dari 5,17 persen pada Februari 2021 hingga menyusut ke 3,55 persen pada Februari 2026.

Selain itu, kualitas pasar kerja di Jatim juga kian menguat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) melonjak menjadi 74,78 persen (naik 0,53 persen poin). Sementara jumlah penduduk yang bekerja kini mencapai 24,25 juta orang, atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu faktor penentu di balik keberhasilan ini adalah semakin efektifnya program link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dulunya mendominasi angka pencari kerja, kini penyerapannya sangat signifikan. Data BPS menunjukkan TPT lulusan SMK menyusut menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari sebelumnya 5,87 persen pada Februari 2025.

Pemprov Jatim bahkan telah memperluas akses penempatan tenaga kerja hingga ke 13 negara tujuan di luar negeri. Pada tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mengikuti program magang dan peluang kerja internasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta di antaranya telah lolos seleksi resmi dan mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa dana insentif sebesar Rp3 miliar yang diterima dari pemerintah pusat akan langsung dioptimalkan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk mendanai peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan lapangan kerja, serta penguatan ekosistem investasi yang padat karya.

Mengingat tantangan ketenagakerjaan ke depan akan semakin kompleks, Khofifah mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk tidak lengah dan terus menelurkan inovasi baru.

"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang kuat, produktif, dan berdaya saing," tutupnya. 

Editor :