klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk Diresmikan, Khofifah Soroti Dampaknya bagi Mobilitas Warga

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Khofifah saat meninjau Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk. (Dok/Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah saat meninjau Jembatan Perintis Garuda di Nganjuk. (Dok/Pemprov Jatim)

KLIKJATIM.Com | Nganjuk – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin mengikuti peresmian serentak 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).

Peresmian secara virtual tersebut berlangsung di Jembatan Perintis Garuda, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Jembatan di wilayah tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang turut diresmikan Presiden Prabowo.

Khofifah menyebut keberadaan Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng memiliki nilai strategis karena menghubungkan sekitar 40 desa yang berada di Kecamatan Pace dan Loceret.

Jembatan tersebut memiliki panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter. Infrastruktur itu mampu menahan beban maksimal 3,5 ton dengan batas kecepatan kendaraan hingga 10 kilometer per jam.

Menurut Khofifah, pembangunan jembatan di wilayah perdesaan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperpendek akses antardesa, keberadaan jembatan juga memudahkan warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga pusat kegiatan ekonomi.

"Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi," ujar Khofifah.

Di Jawa Timur sendiri, terdapat 270 Jembatan Perintis Garuda yang telah dibangun. Khofifah menilai pembangunan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Akses yang semakin terbuka akan mempermudah mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian, peternakan, dan berbagai produk ekonomi desa. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil," katanya.

Khofifah juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur dasar yang dilakukan jajaran TNI dan Polri. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pembangunan dari desa dan memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas dasar.

Selain jembatan, peresmian serentak tersebut juga mencakup 3.000 titik sumber air bersih yang dibangun TNI AD. Khusus Jawa Timur, sebanyak 81 sumber air bersih telah dibangun.

Khofifah menilai keberadaan sumber air tersebut sangat penting di tengah memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

"Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat," ungkapnya.

Ia berharap sumber air bersih tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, termasuk pengairan persawahan di sekitar lokasi.

"Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan. Dengan begitu, program ini ikut memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah," tuturnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang turut membangun infrastruktur untuk membantu masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Prabowo, pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan sumber air bersih tersebut memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Ia mencontohkan keberadaan jembatan dapat memangkas jarak tempuh siswa menuju sekolah yang sebelumnya harus mengambil jalur memutar.

"Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI-Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia," tegas Prabowo.

Presiden juga menilai pembangunan tersebut menunjukkan dedikasi TNI dan Polri dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Peresmian ribuan jembatan dan titik air bersih secara serentak disebut sebagai wujud gotong royong serta upaya mengoptimalkan kekuatan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Editor :