KLIKJATIM.Com | Jember – Tragedi memilukan melanda warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Slamet Sucipto (63) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh hangus terbakar di dalam kamar rumahnya, Rabu (3/6/2026) malam.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna menguak penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa pria yang sehari-hari dikenal sebagai penjual bibit lombok tersebut.
Peristiwa tragis itu pertama kali terendus oleh warga sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah tetangga dan kerabat korban seketika curiga setelah melihat kepulan asap tebal keluar dari sela-sela rumah korban yang dalam keadaan tertutup rapat. Saat warga berbondong-bondong mendekat untuk memastikan sumber api, mereka mendapati seluruh pintu rumah terkunci rapat dari dalam.
Didorong rasa khawatir yang tinggi, warga akhirnya sepakat mendobrak pintu utama secara paksa. Namun, saat berhasil menembus ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telentang. Tubuh korban mengalami luka bakar parah (luka bakar stadium lanjut), sementara kasur kapuk dan tumpukan pakaian di dalam kamar habis dilalap si jago merah.
Wahyudi (45), salah seorang tetangga sekitar, mengungkapkan selentingan informasi yang beredar bahwa sebelum insiden maut itu terjadi, korban diduga tengah mengisi daya (mengecas) telepon genggamnya di dalam kamar.
“Informasi selentingan yang saya dengar, korban sedang mengecas HP dan sempat digunakan saat dicas. Apakah itu memang kebiasaan rutinnya atau tidak, saya kurang tahu pasti. Korban ini Pak Slamet, sehari-hari jualan bibit lombok di Jalan Pattimura,” ujar Wahyudi saat memberikan kesaksian.
Kendati demikian, dugaan korsleting ponsel tersebut masih sebatas spekulasi yang berkembang di lingkungan akar rumput dan belum dikonfirmasi secara medis maupun forensik.
Di sisi lain, pihak keluarga menyampaikan sudut pandang berbeda. Mereka membeberkan bahwa korban selama ini memiliki kebiasaan merokok di dalam kamar sebelum tidur. Berdasarkan kondisi riil di TKP, keluarga menduga kuat bara api justru berasal dari puntung rokok yang belum padam sepenuhnya, lalu perlahan menyambar kasur berbahan kapuk hingga kobaran api cepat membesar tanpa disadari.
“Kami menduga kakek sedang merokok di dalam kamar. Kemungkinan puntung rokok mengenai kasur sehingga api cepat membesar. Kondisi fisik korban yang sudah lanjut usia juga membuatnya tidak sempat menyelamatkan diri saat api mengepung,” kata Yansa, salah satu anggota keluarga korban dengan nada tegar.
Saat petaka itu tiba, korban diketahui sedang seorang diri di dalam rumah. Biasanya, Slamet tinggal bersama kerabatnya yang bernama Rina. Namun pada malam nahas tersebut, Rina sedang bertolak ke Kecamatan Umbulsari untuk menjemput suaminya.
“Kakek biasanya tinggal bersama Mbak Rina. Kebetulan saat kejadian, Mbak Rina sedang pergi menjemput suaminya di Umbulsari. Begitu Mbak Rina pulang, rumah sudah ramai dan kakek sudah meninggal dunia dalam kondisi gosong,” lanjut Yansa pilu.
Tak lama setelah menerima laporan darurat dari warga, jajaran petugas Polsek Jombang langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal. Polisi juga segera berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Jember guna mengidentifikasi jenazah serta menyisir sisa puing kebakaran demi memastikan penyebab kematian korban.
“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Untuk sementara, kami belum dapat menyimpulkan secara dini penyebab utama kebakaran maupun kematian korban sebelum hasil pemeriksaan resmi dari Tim Inafis keluar,” tegas Anggota Polsek Jombang, Bripka Muhammad Habibi.
Saat ini, garis polisi (police line) telah terpasang di rumah korban. Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata dan pihak keluarga terdekat untuk mendalami semua kemungkinan, baik dari faktor puntung rokok maupun potensi korsleting arus pendek listrik
Editor : Fatih