klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
KLIKJATIM.Com | Sampang – Dinas Perikanan Kabupaten Sampang menggelar kegiatan pembinaan dan kelas edukasi intensif bagi puluhan kelompok.
KLIKJATIM.Com | Sampang – Dinas Perikanan Kabupaten Sampang menggelar kegiatan pembinaan dan kelas edukasi intensif bagi puluhan kelompok.

KLIKJATIM.Com | Sampang – Dinas Perikanan Kabupaten Sampang menggelar kegiatan pembinaan dan kelas edukasi intensif bagi puluhan kelompok pembudidaya ikan lele yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Agenda ini diorkestrasikan agar para peternak lokal lebih produktif, mampu mendongkrak skala ekonomi keluarga, serta memperluas lapangan pekerjaan baru di sektor perikanan darat.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, Mahfud, memaparkan bahwa kelas edukasi strategis ini diikuti oleh belasan kelompok sasar dari berbagai zonasi. Rinciannya meliputi 7 kelompok dari Kecamatan Sampang, 2 kelompok dari Kecamatan Robatal, 2 kelompok dari Kecamatan Omben, dan 2 kelompok dari Kecamatan Banyuates.

Selanjutnya, terdapat pula masing-masing 1 kelompok dari Kecamatan Camplong, Sokobanah, dan Ketapang, serta masing-masing 2 kelompok dari Kecamatan Torjun dan Kecamatan Sreseh.

Mahfud menjelaskan, materi pembinaan dikupas secara komprehensif dari hulu ke hilir, menyasar aspek budidaya esensial seperti sterilisasi dan persiapan kolam, pemilihan benih unggul, manajemen tata kelola pakan, hingga formula pencegahan serangan penyakit. Tak sebatas teori di kelas, Tim Penyuluh Perikanan juga diterjunkan langsung ke lokasi untuk mendampingi praktik lapangan bersama para peternak lele.

Melalui pembinaan ini, para peserta dibekali teknik budidaya hemat pakan serta metode stimulasi sirkulasi air guna menekan angka kematian (mortality rate) benih ikan secara ekstrem, sehingga produktivitas dan kualitas lele yang dipanen memenuhi standar pasar global.

"Goal besarnya adalah supaya ke depan kelompok pembudidaya lele di Sampang mampu melakukan swasembada benih mandiri dan lihai meracik pakan alternatif. Dengan begitu, struktur biaya produksi di tingkat peternak jauh lebih efisien dan mandiri," terang Mahfud, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, Mahfud menambahkan bahwa pembekalan keterampilan teknis baru ini sangat krusial untuk mengantisipasi melonjaknya kurva permintaan pasar domestik belakangan ini. Ditunjuknya komoditas lele sebagai salah satu menu protein andalan membuka ceruk pasar yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya lokal.

"Sekarang sudah banyak terbentuk ceruk pasar baru di daerah. Misalnya dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan pasokan ikan lele segar otomatis ikut meningkat tajam," urainya optimis.

Pihaknya menegaskan bahwa komitmen Dinas Perikanan tidak akan berhenti pada seremonial pelatihan saja. Pengawasan berkala akan terus digulirkan secara ketat guna memantau perkembangan usaha peternak di lapangan.

"Aksi ini berlanjut dengan pendampingan melekat. Kami terus memantau dan memverifikasi perkembangan riil pembudidaya di lapangan, karena setiap volume hasil produksi akan terus dicatat secara berkala untuk kebutuhan evaluasi," pungkas Mahfud.

Editor :