klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cuaca Ekstrem Hambat Pasokan Oksigen ke Bawean, Dinkes Gresik Siapkan Pengiriman Darurat

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean, Kabupaten Gresik. (Dok/Klikjatim.com)
Gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean, Kabupaten Gresik. (Dok/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Gresik–Bawean dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menghentikan aktivitas pelayaran, tetapi juga menghambat distribusi logistik kesehatan ke Pulau Bawean. Meski demikian, pelayanan kesehatan di RSUD Umar Mas'ud Bawean tetap diupayakan berjalan, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk.

Pada Sabtu (1/8), seorang pasien dirujuk dari RSUD Umar Mas'ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik dengan pendampingan tenaga perawat. Rujukan dilakukan karena pasien mengalami sesak napas dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan. Di saat bersamaan, stok oksigen medis di rumah sakit mulai menipis akibat terhambatnya distribusi logistik dari daratan.

Sebelum rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien terkait kondisi medis dan pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh layanan kapal menuju Bawean dihentikan karena cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan segera, keluarga akhirnya memilih menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera dirujuk ke Gresik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, drg. Setyo Susilo, M.Kes., mengatakan cuaca buruk menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi logistik kesehatan ke Bawean.

"Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas'ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi segera dilakukan," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik telah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk pengiriman darurat. Selain itu, sebanyak 80 tabung oksigen juga disiapkan sebagai pasokan lanjutan yang akan diberangkatkan setelah kapal barang kembali beroperasi.

Selama ini distribusi oksigen ke Bawean dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean. Namun, terhentinya aktivitas pelayaran akibat cuaca ekstrem membuat distribusi logistik kesehatan ikut terganggu.

Untuk mempercepat penyaluran logistik, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Syahbandar, serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Jika cuaca buruk berkepanjangan, distribusi oksigen juga akan diupayakan melalui dukungan Koarmada II.

Selain jalur laut, pemerintah juga mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta prosedur khusus pengangkutan tabung oksigen membuat jalur laut masih menjadi pilihan utama.

Kejadian ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas'ud Bawean. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi.

"Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca," kata Setyo.

Editor :