klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kapasitas Kapal Tak Bertambah, Penumpang Arus Balik dari Pulau Bawean ke Daratan Gresik Terlantar

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pemudik asal Bawean yang hendak menyeberang ke Gresik (Dok)
Pemudik asal Bawean yang hendak menyeberang ke Gresik (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Puluhan calon penumpang arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H dari Pulau Bawean terpaksa menunda keberangkatan setelah tidak mendapatkan tiket kapal KMP Gili Iyang. Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya tersebut dijadwalkan berlayar menuju Paciran, Lamongan, pada Kamis malam (26/3/2026).

Tercatat sekitar 42 calon penumpang gagal berangkat dan harus kembali ke rumah masing-masing atau menginap di tempat kerabat yang berada di sekitar pelabuhan. Sebagian dari mereka kini berupaya mencari alternatif transportasi, seperti kapal cepat, agar tetap bisa kembali ke daratan.

Salah satu calon penumpang, Jamal, mengaku kecewa karena tidak adanya tambahan kuota tiket. Ia menyebut sempat mendapatkan satu tiket, namun adiknya tidak kebagian.

“Saya sebenarnya dapat satu tiket, tapi adik saya tidak. Karena adik harus kembali untuk keperluan sekolah, akhirnya saya memilih menunda keberangkatan. Tiketnya jadi hangus,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Mawi, warga Kecamatan Tambak. Ia mengaku telah memesan tiket jauh hari sebelum Lebaran melalui jasa di pelabuhan, namun tetap tidak mendapat kepastian saat hari keberangkatan.

“Begitu sampai di pelabuhan, ternyata saya tidak dapat tiket. Terpaksa menginap di sekitar pelabuhan, berharap besok ada tambahan,” katanya.

Para calon penumpang menilai persoalan kekurangan tiket saat musim mudik dan arus balik masih terus berulang tanpa solusi yang jelas. Mereka juga menyoroti ketidaksesuaian antara tiket yang habis di aplikasi dengan kondisi kursi kapal yang disebut masih tersedia saat keberangkatan.

“Dua kapal cepat dan satu kapal ferry masih belum cukup. Program mudik gratis juga belum maksimal. Tiket di aplikasi sudah habis, tapi di lapangan masih ada kursi kosong,” ungkap Ilham, calon penumpang lainnya.

Sementara itu, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, M. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan dispensasi penambahan kapasitas penumpang untuk mengurai kepadatan di pelabuhan, khususnya pada rute yang dilayani KMP Gili Iyang.

Namun, pengajuan tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya persyaratan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dalam surat balasan bernomor AL.104/2/6/DK/2026, disebutkan bahwa penambahan kapasitas harus disertai pemenuhan alat keselamatan tambahan berupa sembilan unit liferaft (rakit penolong kembung).

“Saat ini kapal sudah memiliki 12 liferaft, namun masih ada persyaratan tambahan yang harus dipenuhi. Selama itu belum terpenuhi, kapasitas penumpang tetap mengacu pada Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang, yaitu 196 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemenuhan tambahan alat keselamatan tersebut membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Permohonan tambahan penumpang sebenarnya ada, bahkan hingga 100 orang kami sanggup. Namun kewenangan ada di pihak kesyahbandaran, dan kami tetap menghormati aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor :