klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dapur MBG di Jember Terbakar, Pipa Gas Bocor Jadi Pemicunya

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
Anggota Damkarmat Regu B UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember melakukan pemadaman dapur MBG
Anggota Damkarmat Regu B UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember melakukan pemadaman dapur MBG

KLIKJATIM.Com | Jember  -Sebuah insiden kebakaran melanda area dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di gedung Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sumbersari, yang terletak di Jalan Semeru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026) siang.


Kobaran api yang sempat menggegerkan para pekerja tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran instalasi jaringan gas pada ruang oven pengering ompreng (wadah makanan) yang tidak memenuhi standar keamanan baku. 


Peristiwa kebakaran itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.56 WIB ketika aktivitas di dalam gedung sedang difokuskan pada proses pencucian dan pengeringan wadah makanan, sehingga tidak ada kegiatan memasak utama yang sedang berlangsung.


Kobaran api pertama kali muncul dari dalam ruangan oven pengering ompreng yang memiliki luas sekitar 5x3 meter. 


Alhamdulillah dari musibah ini tidak sampai jatuh korban, dan titik kobaran api tidak merambah ruangan lainnya.


Anggota Damkarmat Regu B UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, Sony Ari Wicaksono, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menerjunkan satu tim berkekuatan empat personel beserta armada begitu menerima laporan dari warga. 


"Untuk proses pemadaman dan pendinginan berlangsung relatif lancar tanpa kendala berarti, dengan memakan waktu penanganan kurang lebih selama 30 menit," kata Sony saat dikonfirmasi usai melakukan pemadaman.


Lanjut Sony, dari hasil investigasi sementara petugas Damkarmat. Diduga titik api bermula dari malfungsi pada sistem penutup pipa jaringan gas paralel yang terhubung ke mesin pengering. 


"Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pemadaman. Berdasarkan keterangan dari Kepala SPPG, dugaan penyebab kebakaran adalah kebocoran gas dari saluran pipa pembangunan awal yang awalnya ditujukan untuk pengering ompreng tetapi tidak jadi digunakan," ungkapnya.


"Saluran itu tidak ditutup menggunakan penutup pipa yang seharusnya atau stopper, melainkan hanya kran biasa. Diduga kran tersebut tidak sengaja tersenggol oleh ompreng hingga bergeser ke posisi open (terbuka, red). Sehingga gas menguap ke ruang pengering yang saat itu sedang beroperasi dan langsung memicu penyalaan api," sambungnya menjelaskan.


Terkait dugaan penyebab kebakaran ini, kata Sony, dikuatkan dengan pengakuan dari Kepala SPPG setempat.


"Kata mbaknya tadi, sejak pagi tercium bau gas. Tapi saat dicari sumbernya tidak diketahui. Kemudian saat melakukan pengeringan ompreng itu terjadi kebakaran," bebernya.


Lebih lanjut, Sony menjelaskan adanya kejanggalan pada sistem instalasi paralel yang diterapkan di dapur SPPG tersebut.


Berdasarkan standar pelatihan keamanan di tiap-tiap SPPG, katanya, ruang pengeringan modern yang menggunakan sistem oven biasanya memanfaatkan tabung Bright Gas kapasitas 12 Kilogram secara terpisah dan mandiri. 


Namun, di lokasi kebakaran ini, jaringan pipa oven pengering tersebut justru diparalel langsung dengan tabung gas sentral berkapasitas 50 Kilogram yang juga digunakan sebagai bahan bakar utama untuk aktivitas memasak skala besar.


Indikasi kebocoran yang masif ini diperkuat oleh fakta lapangan saat petugas berupaya menjinakkan kobaran api di dalam ruangan.


"Kami menduga kuat adanya persoalan mendasar pada instalasi jaringan gas ini karena saat kebakaran terjadi, api terus menyembur deras dari pipa meskipun sakelar atau kran lokal di ruang ompreng sudah dimatikan. Semburan gas dan kobaran api baru benar-benar berhenti total setelah saya menginstruksikan petugas SPPG untuk mematikan katup pusat pada saluran gas utama yang mengarah ke tabung memasak 50 Kilogram. Ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap safety awareness (faktor keamanan), sejak awal proses pembangunan dapur," papar Sony secara mendalam.


Dari kejadian ini, Sony menambahkan, untuk operasional dapur MBG sementara dihentikan terlebih dahulu.


"Agar baiknya dilakukan perbaikan jaringan instalasi gasnya dulu. Karena kalau tidak, khawatir kejadian kebakaran bisa kembali terjadi. Juga menggunakan Stopper sesuai standar. Terkait kejadian kebakaran ini, hanya kerugian materiil kurang lebih Rp50 juta," pungkasnya.

Editor :