klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Insiden di Perairan Bawean Gresik, Perahu Nelayan Lamongan Hilang Kontak dan Nelayan Bawean Belum Kembali Melaut

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi. (Dok/AI)
Ilustrasi. (Dok/AI)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, memicu dua insiden di laut. Sebuah kapal nelayan asal Brondong, Lamongan dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan sebelah barat Pulau Bawean. Di waktu yang hampir bersamaan, seorang nelayan asal Pulau Bawean juga dilaporkan hilang setelah belum kembali dari melaut.

Kapal nelayan bernama KMN Fatma Jaya 1 dilaporkan hilang kontak sejak Selasa (28/7/2026). Kapal tersebut membawa lima awak, termasuk nahkoda, yang berangkat mencari ikan di perairan Bawean.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta satu tim rescue untuk melakukan operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan pihaknya menerima laporan pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara dugaan kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Setelah menerima informasi, KN SAR 249 Permadi kami berangkatkan dari Dermaga Surabaya pada pukul 14.00 WIB menuju wilayah pencarian di sebelah barat Pulau Bawean. Kapal tiba dan sandar di Bawean sekitar pukul 22.00 WIB," ujarnya.

Pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, tim kembali melanjutkan pencarian. Namun, proses pencarian terkendala cuaca yang masih buruk dengan gelombang tinggi serta angin kencang.

Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan sistem elektronik dan koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.

"Kami melakukan electronic broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut. Apabila ada informasi ataupun tanda-tanda keberadaan korban, diharapkan segera melapor ke Kantor SAR Surabaya," kata Nanang.

KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Dermaga Pulau Bawean dengan jarak pelayaran sekitar 90,35 mil laut.

Berdasarkan laporan, KMN Fatma Jaya 1 berangkat dari Brondong, Lamongan, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju perairan Bawean untuk mencari ikan. Kapal diawaki lima nelayan, yakni Slamet Suudin (50) sebagai nahkoda, Damar (38), Lutfi A (37), Denis P (28), dan A. Taufiq (45), yang seluruhnya merupakan warga Brondong.

Sehari setelah keberangkatan, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, nahkoda sempat menghubungi seorang warga Bawean bernama Hodiin untuk meminta pertolongan. Namun setelah komunikasi tersebut, kapal tidak lagi dapat dihubungi hingga akhirnya dilaporkan ke Kantor SAR Kelas A Surabaya melalui Unit Siaga SAR Lamongan pada Selasa siang.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Lamongan, Dinas Perikanan Lamongan, PPN Brondong, serta Rukun Nelayan Brondong.

Sementara itu, di waktu yang hampir bersamaan, seorang nelayan asal Pulau Bawean juga dilaporkan hilang saat melaut.

Korban diketahui bernama Ahmad Nizam, warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Ia berangkat melaut menggunakan perahu kecil atau jhukong berwarna hijau pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, namun hingga malam hari belum kembali ke rumah.

Kepala Desa Lebak membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, warga mulai khawatir karena korban biasanya sudah pulang pada malam hari setelah melaut.

"Biasanya berangkat pagi dan malam sudah kembali ke rumah. Karena belum pulang, kami menyampaikan informasi kepada para nelayan, barangkali ada yang melihat korban," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan tim SAR yang sedang berada di Pulau Bawean untuk mencari KMN Fatma Jaya 1 agar pencarian terhadap Ahmad Nizam dapat dilakukan secara bersamaan.

Hingga Rabu, nelayan setempat masih terus menyisir kawasan perairan dan sepanjang pesisir Pulau Bawean dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Editor :