KLIKJATIM.Com | Jember - Sehari setelah aksi unjuk rasa terkait keruwetan tata kelola Pasar Tanjung di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Bupati Jember Muhammad Fawait mendatangi Pasar Tanjung, Rabu (16/9/2026).
Kedatangan Fawait untuk melihat kondisi pasar sekaligus menyerap langsung aspirasi pedagang terkait rencana pembangunan dan penataan kawasan tersebut.
Aksi unjuk rasa sebelumnya digelar pada Selasa (15/9/2026), oleh warga Jalan Samanhudi, perwakilan pedagang Pasar Tanjung dan mahasiswa GMNI Jember.
Massa mempersoalkan tata kelola pasar, aktivitas perdagangan di badan dan bahu Jalan Samanhudi, serta meminta pemerintah melakukan penataan secara transparan dan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendorong adanya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan Pasar Tanjung. Pemerintah Kabupaten Jember kemudian menyampaikan rencana revitalisasi pasar secara menyeluruh, termasuk pembangunan gedung tiga lantai serta penyediaan 69 petak gratis bagi pedagang yang selama ini berjualan di luar bangunan pasar.
Sehari berselang, Fawait turun langsung ke Pasar Tanjung. Ia memilih datang ketika aktivitas perdagangan mulai sepi agar dapat berbicara langsung dengan pedagang dan mengetahui persoalan yang mereka hadapi tanpa perantara.
"Saya pengin tahu suara langsung dari pedagang tanpa harus disetting oleh siapapun, tanpa harus diolah oleh siapapun. Makanya tadi saya datang sengaja tidak di pagi hari," kata Fawait saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela sidak.
Menurut Fawait, kunjungan kali ini merupakan kedatangannya yang keempat ke Pasar Tanjung sejak menjabat sebagai Bupati Jember.
Kunjungan pertama, kata dia, dilakukan sebelum dirinya masuk ke Pendopo Jember. Saat itu, ia datang untuk memenuhi janji menurunkan pajak atau retribusi pasar. Setelah itu, ia kembali datang bersama Gubernur Jawa Timur untuk melihat kondisi dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Pasar Tanjung.
Kunjungan ketiga dilakukan bersama Menteri Pekerjaan Umum untuk membahas rencana perbaikan dan pembangunan Pasar Tanjung. Dari proses tersebut, Fawait menyebut pemerintah mendapatkan dukungan anggaran dari APBN dengan kebutuhan sekitar Rp250 miliar.
Pada kunjungan keempat ini, Fawait mengatakan sejumlah program yang berkaitan dengan pedagang telah dilakukan Pemkab Jember. Selain penurunan retribusi, pemerintah juga telah membangun musala, memberikan kesempatan beasiswa bagi anak pedagang, serta menanggung kepesertaan BPJS kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
"Saya sampaikan ke pedagang, yang pertama pajak sudah saya turunkan, musala minta musala sudah saya bangun, yang ketiga anak-anaknya beasiswa yang daftar sebagian sudah dapat beasiswa, yang keempat kesehatannya BPJS-nya sudah kita bayari lewat UHC," ujarnya.
Dalam pertemuan langsung dengan pedagang, Fawait menyebut mendapat respons bahwa rencana pembangunan Pasar Tanjung pada prinsipnya disetujui. Namun, pedagang juga meminta agar proses tersebut dilakukan melalui penataan, bukan penggusuran.
Menurutnya, pedagang yang beraktivitas di dalam maupun di luar bangunan sama-sama menggantungkan penghasilan dari Pasar Tanjung. Karena itu, pemerintah akan mencari pengaturan agar aktivitas perdagangan keduanya tetap dapat berlangsung.
"Yang di atas juga orang kecil, yang di bawah juga orang kecil. Yang di atas cari makan, yang di bawah juga cari makan," kata Fawait.
Salah satu opsi yang dibicarakan adalah pengaturan jam aktivitas pedagang di bagian bawah sehingga tidak mengganggu pedagang yang berada di lantai atas maupun pengguna kawasan pasar lainnya.
"Mereka hanya minta ditertibkan terkait masalah jamnya saja, jadi mungkin nanti yang di bawah jamnya dari jam sekian sampai jam sekian, sehingga tidak mengganggu siapapun termasuk pedagang yang di atas Pasar Tanjung," ujarnya.
Fawait mengatakan, dialog langsung dengan pedagang diperlukan untuk memastikan kebijakan penataan tidak hanya berdasarkan laporan atau informasi dari pihak lain. Karena itu, ia sengaja datang ketika kondisi pasar tidak terlalu ramai.
"Nanti kita akan ada pertemuan nih di atas dengan pedagang, tapi sebelum pedagang saya pengin nanya aja langsung, ya apa sih sebetulnya yang diinginkan pedagang?" tuturnya.
Setelah aksi unjuk rasa dan kunjungan langsung ke Pasar Tanjung tersebut, Pemkab Jember akan melanjutkan pembahasan mengenai penataan dan rencana revitalisasi pasar.
Sebelumnya, Pemkab menyebut penyusunan desain teknis pembangunan ditargetkan dilakukan tahun ini, sementara pembangunan fisik direncanakan mulai 2027 dengan dukungan anggaran pemerintah pusat.
Fawait menegaskan pemerintah daerah akan tetap membuka ruang dialog dengan pedagang untuk mencari bentuk penataan yang dapat mengakomodasi kepentingan pedagang di dalam pasar maupun pedagang yang beraktivitas di kawasan sekitarny
Editor : Wahyudi