KLIKJATIM.Com | Jember — Penantian panjang dan rasa cemas menyelimuti keluarga Kaka Ave Jaya Ruddinka (44), warga asal Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Pria yang akrab disapa Afi tersebut menambah daftar warga Jember yang menjadi korban musibah kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) lalu.
Hingga Rabu (16/9/2026), Afi dilaporkan masih dalam pencarian oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Sebelum musibah terjadi, dua warga Jember lainnya juga teridentifikasi berada di kapal yang sama, yaitu Muhammad Abdul Rosyid (28) dari Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, dan Niki Minamri Robby (34) dari Desa Karangduren, Kecamatan Balung.
Adik kandung korban, Mercilla Baharudin (36), menuturkan bahwa perjalanan sang kakak ke Banjarmasin semula merupakan bagian dari rutinitas pekerjaan sebagai perantau dan kernet truk ekspedisi BMT bersama tetangganya, Choirul. Namun, komunikasi terakhir sebelum pelayaran terputus menjadi momen emosional yang tak terlupakan bagi keluarga.
Merry—sapaan akrab Mercilla—menceritakan bahwa dirinya baru saja pulang dari Dubai pada akhir Agustus 2026 untuk berkumpul bersama keluarga di Jember. Sebelum berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, perjalanan Afi sempat tertunda akibat kondisi cuaca buruk dan tinggi gelombang.
“Kalau memang cuacanya buruk, enggak usah pulang, balik sini. Tunggu sampai keadaan lautnya tenang,” ujar Merry mengulang percakapannya dengan Afi saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Namun, karena tuntutan pekerjaan dan barang titipan warga yang harus segera dikirim ke Kalimantan, Afi tetap melanjutkan perjalanan setelah mengantongi tiket kapal pada Sabtu (12/9/2026).
Saat berada di tengah pelayaran, komunikasi sempat terjalin. Afi sempat mengirimkan pesan singkat yang menggambarkan dahsyatnya gelombang laut sebelum kapal mengalami kecelakaan pada Minggu siang.
“Allahuakbar, ombak sama ombak sampai nelantain duwur, Mer,” tutur Merry dengan mata berkaca-kaca membacakan pesan dari sang kakak, yang kemudian disusul ungkapan kepasrahan sebelum akhirnya saluran komunikasi terputus total.
Secercah harapan muncul dari kesaksian Paiman, seorang penumpang selamat yang berada dalam rombongan truk ekspedisi yang sama. Paiman mengabarkan bahwa saat kondisi kepanikan terjadi dan kapal mulai miring, Afi dan Choirul sudah tidak berada di dalam kamar kapal.
Keluarga menduga Afi telah berupaya keluar untuk menyelamatkan diri sebelum situasi kapal memburuk. Meski demikian, kepastian posisi dan kondisi Afi masih menunggu rilis resmi dari tim SAR.
Sejumlah kerabat dan rekan kerja Afi di Banjarmasin kini turut memantau perkembangan evakuasi secara langsung di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya tambahan warga Jember yang menjadi korban dalam insiden KM Virgo Transport 8 tersebut. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur serta unsur SAR gabungan di Kalimantan.
“Baru saja kami juga mendapatkan berita, selain dua orang tersebut, ternyata diduga juga ada Saudara Afi dari Seputih, Mayang, ini juga masuk dalam penumpang tersebut,” kata Edy.
Edy menegaskan bahwa BPBD Jember telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke rumah duka di Desa Seputih untuk mengumpulkan data identitas dokumen serta ciri-ciri fisik korban guna mempermudah proses identifikasi.
Bagi keluarga di Jember, pencarian ini menjadi harapan besar agar Afi dapat ditemukan dan dibawa pulang ke kampung halaman.
“Harapan kita, kami keluarga sih, semoga kakak saya ditemukan dalam kondisi apa pun. Karena mau hidup, mau enggak ada, saya tetap bawa pulang ke Jember,” tutup Merry dengan penuh ketabahan.
Editor : Fatih