klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Selamat dari Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Pasutri Asal Pasuruan Kehilangan Mobil dan Tujuh Kuda

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
KORBAN : Pasutri asal Prigen, Pasuruan, Ari Hidayat dan Denik Rohana, menunjukkan dokumentasi usai selamat dari kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8). (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
KORBAN : Pasutri asal Prigen, Pasuruan, Ari Hidayat dan Denik Rohana, menunjukkan dokumentasi usai selamat dari kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8). (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Pasangan suami istri asal Prigen, Kabupaten Pasuruan, Ari Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), berhasil selamat dari insiden kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). 


Namun, musibah tersebut membuat mereka kehilangan kendaraan beserta tujuh ekor kuda yang sedang diangkut menuju Makassar, Sulawesi Selatan.


Saat kejadian, Ari dan Denik melakukan perjalanan bersama dua rekannya, Trala (40) dan Ferdi (20). Mereka membawa tujuh ekor kuda menggunakan mobil L300 untuk diserahkan kepada pembeli di Makassar.


Denik mengisahkan, tanda-tanda kebakaran mulai ia sadari setelah terbangun sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, asap tebal terlihat muncul dari bagian bawah kapal.


“Awal kejadian itu, saya bangun tidur, ternyata sudah ada asap di bawah," kata Denik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8).


Melihat kondisi tersebut, ia segera menghampiri suaminya yang sedang memberi makan kuda di dek kendaraan. Kepulan asap yang semakin pekat membuat mereka curiga telah terjadi kebakaran.


“Terus saya lihat ini asap semakin besar kan. Terus suami saya, saya suruh cek, 'coba dilihat barangkali ada kebakaran atau apa di bawah.' Dicek ternyata sudah terbakar satu mobil," ujarnya.


Menurut Denik, api diduga pertama kali muncul dari sebuah truk yang terparkir di area kendaraan.


Sementara itu, Ari mengatakan, situasi di dalam kapal berubah menjadi kacau ketika api terus membesar. Penumpang diminta bergerak menuju bagian depan kapal demi menghindari kobaran api.


“Ya kita kan disuruh ke atas. Ke atas, akhirnya keduanya disuruh ke bawah (area terbuka bagian depan) Kan udah panas, udah merah-merah semua," kata Ari.


Ia mengaku seluruh penumpang telah mengenakan pelampung keselamatan. Namun, dirinya tidak mendengar bunyi alarm kebakaran. Informasi bahaya justru disampaikan langsung oleh anak buah kapal.


“Alarm nggak ada, tapi kalau peringatan ABK ada. Ya 'kebakaran, kebakaran'," ucapnya.


Di tengah kepanikan, Ari masih sempat menghubungi keluarganya melalui telepon seluler. Memasuki sekitar pukul 14.00 WIB, api semakin sulit dikendalikan hingga seluruh penumpang diperintahkan melompat ke laut.


“Loncat semua. Termasuk sama istri juga," ujarnya.


Selama kurang lebih satu jam, Ari dan Denik bertahan di tengah laut sebelum akhirnya kapal tanker yang melakukan evakuasi berhasil menyelamatkan mereka bersama penumpang lainnya.


“Saya dan istri terombang-ambing di laut, selama satu jam kira-kira. Ya untungnya ada kapal tanker itu," kata dia.


Dalam proses penyelamatan itu, Ari juga menyaksikan sejumlah penumpang gagal naik ke kapal evakuasi karena kehabisan tenaga.


“Kan kebanyakan yang meninggal kemarin mau naik kapal tanker itu nggak kuat,” ucap dia.


Keduanya tiba di Posko Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (3/8/2026) dini hari. Hingga kini, dua rekan mereka masih belum diketahui keberadaannya.


Selain kehilangan teman seperjalanan, seluruh kuda yang mereka bawa serta mobil pengangkut juga hangus dalam kebakaran. Ari menjelaskan, tujuh ekor kuda tersebut sebenarnya sudah menjadi milik pembeli di Makassar dan dirinya hanya bertugas mengirimkannya.


Akibat musibah tersebut, Ari memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp300 juta.


“Ya rugi, yang jelas rugi. Apalagi mobilnya juga habis. Kerugian Rp 300 juta. Mobil sama 7 kuda," ujarnya.


Saat ini, ia berharap segera memperoleh kepastian mengenai nasib dua rekannya yang hingga kini masih dalam pencarian.


“Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana kan teman itu. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya gitu aja," katanya.

Editor :