KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kepercayaan raksasa pelayaran global terhadap PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kian meroket. Hal ini ditandai dengan bersandarnya pelayaran perdana (maiden voyage) MV Cosco Haifa yang melayani North China – South East Asia Express Service. Masuknya rute baru ini sekaligus memperkuat tren pertumbuhan arus peti kemas internasional di Terminal Teluk Lamong yang hingga Mei 2026 melonjak lebih dari 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kehadiran layanan COSCO yang menghubungkan langsung pelabuhan-pelabuhan utama di Tiongkok seperti Xingang, Dalian, Qingdao, Ningbo, dan Nansha dengan Jakarta dan Surabaya menjadi bukti sahih kian strategisnya peran Terminal Teluk Lamong dalam jaringan perdagangan dan rantai pasok global.
Kapal petikemas berbendera Hong Kong tersebut resmi bersandar di Dermaga Internasional Terminal Teluk Lamong pada Rabu (3/6/2026) pukul 16.30 WIB. Memiliki panjang (Length Overall/LOA) 261 meter, lebar 32 meter, bobot 49.949 ton, serta kapasitas angkut mencapai 4.250 TEUs, MV Cosco Haifa masuk dalam kategori kapal raksasa yang menyokong efisiensi distribusi logistik antarnegara.
Pada kunjungan perdananya tersebut, TPK Teluk Lamong sukses melayani aktivitas bongkar muat sebanyak 1.142 TEUs, dengan rincian 756 TEUs bongkar dan 386 TEUs muat. Ditunjuknya TTL sebagai pelabuhan singgah rutin ini menjadi kelanjutan positif setelah sebelumnya maskapai global X-Press Feeders juga membuka rute internasional baru di terminal ini pada awal pekan.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, yang hadir menyambut langsung kedatangan kapal, menyatakan bahwa ekspansi layanan COSCO ini menjadi indikator tingginya pengakuan dunia terhadap kualitas operasional TTL.
“Kehadiran layanan COSCO merupakan milestone penting bagi Terminal Teluk Lamong. Selain memperkuat konektivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok, layanan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran global terhadap keandalan operasional, produktivitas, dan kualitas layanan yang kami suguhkan,” ujar David, Kamis (4/6/2026).
Menurut David, pertumbuhan arus peti kemas internasional yang sukses melampaui angka 90 persen hingga Mei 2026 memantapkan posisi Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu gerbang utama perdagangan internasional di wilayah Indonesia Timur.
“Pertumbuhan eksponensial ini tidak terjadi secara kebetulan. Ini hasil nyata dari kontinuitas peningkatan kualitas layanan, optimalisasi operasional di dermaga, serta kolaborasi kuat dengan para pengguna jasa,” imbuhnya.
Apresiasi senada juga dilontarkan oleh Owner Representative COSCO Shipping Lines Surabaya, Yan Richard Ruiqiang. Dirinya mengakui performa TTL terus menunjukkan rapor hijau, baik dari sisi operasional maupun komersial.
“Keandalan pelayanan, produktivitas bongkar muat, ketersediaan fasilitas modern, serta responsivitas tim manajemen menjadi faktor krusial yang membangun kepercayaan kami untuk mengembangkan kerja sama ini,” puji Yan Richard.
Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur semi-otomatis berkonsep green port yang dimiliki Teluk Lamong, kolaborasi logistik antara COSCO Shipping dan Terminal Teluk Lamong akan terus berkembang pesat di masa depan demi menjamin kepastian layanan dan efisiensi biaya.
Senada, nakhoda MV Cosco Haifa, Captain Yan Junming, turut memuji kelancaran pelayanan terpadu yang ia rasakan sejak kapal pertama kali tiba hingga proses bongkar muat tuntas dijalankan.
“Kami merasakan proses pelayanan yang sangat baik. Dukungan tim operasional yang profesional serta koordinasi yang efektif memberikan impresi yang sangat positif bagi kru kapal kami selama bersandar di Terminal Teluk Lamong,” pungkas Captain Yan Junming.
Editor : Fatih