Tercatat 135 Penderita DBD, 3 Pasien Meninggal

Reporter : Redaksi - klikjatim

foto: Komisi IV DPRD Gresik saat mengunjungi pasien DBD yang sedang menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. (Ist/klikjatim.com)

GRESIK – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus meningkat. Sejak Januari 2019 sampai pertengahan Februari ini, sudah tercatat sebanyak 135 penderita. Tiga pasien di antaranya meninggal dunia.

Yang terbaru, pasien meninggal berasal dari Kecamatan Balongpanggang pada Sabtu pekan lalu. Sedangkan dua kasus sebelumnya terjadi pada bulan Januari dari Kecamatan Manyar, dan awal Februari pasien asal Kecamatan Cerme. Mereka dinyatakan sudah positif DBD.

Evaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, ketiga pasien meninggal karena telat dibawa ke dokter. Saat dibawa ke Rumah Sakit (RS) kondisinya sudah benar-benar parah.

Misalnya pasien meninggal berusia 12 tahun asal Balongpanggang. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina untuk trombositnya hanya 14 ribu. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal.

[irp]

Dua kasus sebelumnya juga demikian. Kondisi pasien dari Manyar saat tiba di rumah sakit trombositnya 46 ribu. Sedangkan trombosit pasien asal Cerme begitu sampai di rumah sakit hanya 29 ribu.

“Sesuai laporan yang kami terima, mereka terlambat dibawa ke rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit, kondisinya sudah parah. Trombositnya sudah benar-benar minim,” papar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Ummi Khoiroh, Jumat (15/02/2019).

Berdasarkan keilmuan, kondisi cairan dan trombosit rendah sejatinya masih bisa diatasi asalkan tidak sampai telat diperiksa. Yaitu, dengan melakukan terapi cairan dan trombosit.

[irp]

Pihaknya pun mengimbau, setiap ada keluhan panas tinggi disertai mual disarankan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika ditemukan penyakit yang serius bisa segera ditangani.

“Sekarang (pasien DBD) masih banyak walaupun tidak sebanyak bulan Januari kemarin. Tapi kemungkinan saat pancaroba antara April sampai Mei akan naik lagi,” tandas dr Ummi.

Masyarakat diimbau, supaya lebih aktif melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus.

[irp]

Sementara itu, Komisi IV DPRD Gresik juga sempat melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Kamis lalu. Di rumah sakit pelat merah tersebut jumlah pasiennya sudah membludak.

Bahkan, terpaksa sebagian pasien harus menjalani perawatan di lorong karena ruangan sudah penuh. Dapat diketahui dalam agenda sidak itu dipimpin langsung oleh ketua komisi yang membidangi urusan kesehatan, Khoirul Huda. (nul/*)