klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus DBD Capai 12 Orang, PMI Jember Gerak Cepat Fogging Puluhan Rumah di Selodakon Tanggul

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
PMI Kabupaten Jember gerak cepat menggelar fogging.
PMI Kabupaten Jember gerak cepat menggelar fogging.

KLIKJATIM.Com | Jember - Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cukup signifikan di wilayah Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memicu respons cepat dari berbagai pihak.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Puskesmas Klatakan dan pemerintah desa setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan tindakan preventif berupa fogging atau pengasapan massal.

Langkah taktis ini diambil setelah tim asesmen PMI Kabupaten Jember mendapati data bahwa sedikitnya 12 warga di Dusun Tegal Paron, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, positif terserang DBD.

Saat ini, sebagian pasien dilaporkan sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan medis, sementara beberapa warga lainnya masih harus menjalani pengobatan intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, pihak Puskesmas Klatakan sebenarnya telah melakukan tindakan pengasapan sebanyak dua kali di wilayah RT 01 RW 08.

Fogging pertama dilakukan menyusul temuan lima kasus awal, dan pengasapan kedua menyusul adanya penambahan kasus baru di lingkungan yang sama. Merespons penyebaran yang masih terjadi, pihak kecamatan kemudian melayangkan surat permohonan resmi kepada PMI Jember untuk memperluas radius penanganan.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan bahwa kegiatan pengasapan ini merupakan salah satu program rutin tahunan PMI. Agenda ini krusial dilakukan, terutama saat memasuki masa transisi cuaca ketika banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

"Di kawasan barat Jember, tepatnya Kecamatan Tanggul, sudah ada 12 warga yang menjadi korban DBD. Karena itu PMI Jember berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah desa, Posyandu, dan berbagai pihak untuk melakukan gerak cepat melalui kegiatan fogging," ujar Zainollah saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Dalam aksi ini, PMI Jember mengerahkan delapan personel relawan yang memiliki kompetensi khusus di bidang pengasapan. Area yang menjadi sasaran perluasan fogging kali ini difokuskan pada wilayah RT 02 RW 08 dengan menjangkau sedikitnya 82 rumah warga.

Zainollah menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, timnya masih menemukan banyak titik genangan serta sanitasi lingkungan yang kurang terawat, sehingga sangat rentan menjadi sarang nyamuk.

"Kalau tidak segera ditangani, nyamuk bisa terus berkembang biak dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat sekitar," tambahnya.

Guna memastikan penanganan berjalan efektif dan menyeluruh, Puskesmas Klatakan secara simultan juga menggelar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan RT 01 dan RT 02. Langkah ini dinilai paling ampuh untuk membasmi jentik nyamuk yang tidak mati oleh asap fogging.

Melalui momentum ini, PMI Jember turut mengimbau masyarakat luas untuk lebih memperketat pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga diminta untuk bergotong royong menerapkan gerakan 3M, yakni rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah terbuka, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

"Menjaga sanitasi lingkungan menjadi kunci utama pencegahan DBD. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di lokasi yang bisa menimbulkan genangan air. Kaleng bekas, plastik, dan wadah yang tidak terpakai harus segera dibersihkan atau dimusnahkan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," pungkas Zainollah.

Editor :