KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Tragedi tenggelam menimpa dua pelajar sekolah dasar di kawasan wisata alam Ranu Betok, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui bernama Aldi (12) dan Yudi (12), warga Dusun Manggisan, Desa Tiris. Sementara seorang rekan mereka, Taufik (13), berhasil selamat karena tidak ikut berenang dan memilih memancing di sekitar lokasi.
Camat Tiris, Bambang Julius, mengatakan peristiwa bermula saat ketiga anak tersebut berada di kawasan Ranu Betok. Dua korban kemudian masuk ke perairan danau untuk berenang. Namun nahas, keduanya tenggelam dan tidak berhasil menyelamatkan diri.
“Dua anak yang menjadi korban meninggal dunia. Satu anak lainnya selamat karena tidak ikut berenang dan memilih memancing,” ujar Bambang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada petugas. Bersama masyarakat setempat, tim langsung melakukan pencarian dan evakuasi. Setelah dilakukan penyisiran, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Menurut Bambang, Ranu Betok merupakan destinasi wisata alam yang belum dikelola secara optimal sehingga kondisi perairannya masih memiliki potensi bahaya bagi pengunjung. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di kawasan tersebut.
“Kami mengimbau agar pengunjung tidak mandi atau berenang sembarangan karena kondisi perairan di Ranu Betok cukup berisiko,” katanya.
Kapolsek Tiris Iptu Samsul Arifin menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kepolisian, terdapat tiga anak di lokasi kejadian. Dua di antaranya diduga bermain atau mandi di perairan sebelum akhirnya tenggelam. Sementara satu anak lainnya segera meminta pertolongan warga setelah melihat kedua temannya mengalami musibah.
Petugas bersama warga kemudian melakukan pencarian hingga kedua korban ditemukan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa peristiwa itu murni merupakan kecelakaan dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana.
Polisi juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di sekitar sungai, embung, dan lokasi wisata air lainnya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Wahyudi