klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Reog Ponorogo Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke Unesco

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kesenian Reog Ponorogo telah diusulkan ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda.
Kesenian Reog Ponorogo telah diusulkan ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Kesenian Reog Ponorogo berhasil masuk nominasi tunggal warisan budaya tak benda yang akan diusulkan ke UNESCO. Masyarakat diharapkan ikut mendukung lewat testimoni ataupun sosial media.

"Disebut nominasi tunggal karena memang reog hanya ada di Ponorogo. Kalaupun reog dimainkan di Medan atau di Makassar misalnya, ya namanya tetap Reog Ponorogo, bukan reog Medan dan seterusnya," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu (27/2/2022).

Dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, Bupati Ponorogo sendiri sudah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini. Bahwa bulu merak bukan dicabut, tapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak itu lepas sendiri dari tubuh Merak.

"Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau saat ini sudah diganti kulit kambing yang kemudian diformat seperti kulit harimau. Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, InsyaAllah Reog Ponorogo akan lolos sebagai warisan budaya tak benda UNESCO," tuturnya.

Untuk itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim terutama para pegiat sosial media memberikan dukungan pada Reog Ponorogo agar lolos sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Caranya, dengan mempromosikan dan memviralkan melalui media sosial dan kanal youtube.

"Saya yakin banyak masyarakat Jatim terutama kaum muda ini yang sering bermedia sosial. Bahkan banyak yang jadi youtuber. Nah mulai sekarang kita bisa mempromosikan kebudayaan kita, kesenian kita. Salah satunya Reog Ponorogo ini dengan mengunggah di media sosial agar semakin dikenal luas di dunia," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo. "Maturnuwun sanget dukungannya Ibu Gubernur. Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo,” pungkasnya.(mkr)

Perlu diketahui, setiap tahun Kemdikbud selalu mengadakan proses seleksi bagi warisan budaya tak benda di Indonesia. Kemudian, warisan budaya tak benda Indonesia ini yang menjadi unggulan akan dilanjutkan ke Unesco.

Pemkab Ponorogo sendiri mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada tahun 2018, namun belum berhasil. Di tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021.(mkr)

Editor :