klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan

avatar Fauzy Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Polisi nenunjukkan TKP kubangan tempat dua anak meninggal dunia akibat tenggelam
Polisi nenunjukkan TKP kubangan tempat dua anak meninggal dunia akibat tenggelam

KLIKJATIM.Com | Ponorogo  - Dua bocah laki-laki di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo ditemukan tewas mengenaskan, Rabu (8/4). Keduanya memegang nyawa diduga tenggelam di sebuah kubangan air yang berada di lahan kosong tepat di depan rumah mereka.


Peristiwa memilukan ini terjadi saat kedua korban, Muhammad Azka (6,5) dan Muhammad Arfan (6,5), baru saja pulang dari kegiatan mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Ayah dari korban Azka, Ari Wahyudi, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di rumah untuk bekerja membuat kijing atau nisan. Ia baru menyadari ada bahaya setelah mendengar teriakan dari rekan korban.


"Saya posisi di rumah lagi kerja. Tiba-tiba ada teman teriak-teriak. Saya lari, ternyata ada yang tenggelam. Ndilalah (kebetulan) anak saya sendiri yang tenggelam," ujar Ari dengan nada tegar namun terpukul.


Menurut Ari, kedua bocah yang merupakan teman sebaya tersebut diduga langsung bermain di kubangan yang berada di lahan kosong depan rumahnya. Kubangan tersebut sering terisi air saat hujan dan belum pernah ditimbun.

"Keduanya seumuran, sekitar enam tahun setengah. Anak saya itu anak pertama. Biasanya habis ngaji pulang jam 5 sore, mungkin langsung main di situ. Saat ditemukan sudah pucat dan tidak sadar," tambahnya.

Pihak Polsek Siman yang terjun ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap kedua jenazah. Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, memastikan bahwa berdasarkan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua bocah.

"Hasil cek fisik oleh dokter menunjukkan tidak ada trauma fisik, tidak ada bekas lecet, semua fisik bersih. Namun, ditemukan air keluar dari hidung dan mulut, yang menguatkan dugaan korban meninggal karena kemasukan air (tenggelam)," terang Nanang.

Nanang menjelaskan bahwa tinggi badan kedua korban berkisar antara 105 hingga 115 sentimeter. Pihaknya masih mendalami kedalaman kubangan tersebut untuk memastikan kronologi bagaimana keduanya bisa tenggelam secara bersamaan.

Dalam insiden ini, satu korban yakni Muhammad Arfan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP). Sementara itu, Muhammad Azka sempat diupayakan untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan.

"Total ada dua korban. Yang meninggal di perjalanan atas nama Muhammad Azka, sedangkan yang meninggal di TKP atas nama Muhammad Arfan," pungkas Nanang.

Meskipun indikasi awal murni kecelakaan akibat tenggelam, pihak medis menyarankan dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis, namun keputusan tersebut dikembalikan kepada pihak keluarga. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Editor :