klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kemacetan Parah di Cerme Gresik Belum Terurai, Penumpang Bus Trans Jatim Terpaksa Beralih ke Ojol

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Seorang Polisi mengatur lalu lintas di tengah kemacetan dekat perlintasan kereta api Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Qomar/Klikjatim)
Seorang Polisi mengatur lalu lintas di tengah kemacetan dekat perlintasan kereta api Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. (Qomar/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kemacetan panjang yang dipicu dump truk mogok di dekat perlintasan kereta api Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, masih belum terurai hingga Rabu (3/6/2026) pagi. Hingga pukul 08.17 WIB, antrean kendaraan dari arah selatan masih mengular dan nyaris tidak bergerak.

Kondisi tersebut membuat banyak pengendara roda empat dan kendaraan besar memilih mencari jalur alternatif atau putar balik untuk menghindari kemacetan yang semakin parah.

Salah satu kendaraan yang turut terjebak dalam antrean panjang adalah Bus Trans Jatim. Armada dengan nomor lambung III 005 diketahui telah memasuki kawasan Cerme Kidul sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga lebih dari satu jam kemudian, bus tersebut masih belum berhasil keluar dari kepadatan lalu lintas.

Akibat kemacetan yang berkepanjangan, sejumlah penumpang Bus Trans Jatim memilih turun di tengah perjalanan. Mayoritas merupakan pekerja yang hendak menuju kantor pemerintahan maupun kawasan industri dan khawatir terlambat masuk kerja.

Mereka kemudian memesan ojek online (ojol) untuk melanjutkan perjalanan.

“Banyak yang turun lalu lanjut naik ojek online. Kalau bus kan tidak bisa seperti sepeda motor yang bisa menyelip di antara kendaraan,” ujar Dian, salah seorang penumpang.

Kapolsek Cerme AKP Arif Taufan Nugroho membenarkan adanya dump truk bernomor polisi W-8391-UZ yang mengalami kerusakan di lokasi tersebut dan menjadi penyebab utama kemacetan.

“Sejak pukul 06.00 WIB anggota sudah melakukan pengaturan lalu lintas. Saat ini kondisi masih padat merayap,” kata Arif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB setelah dump truk yang diduga melanggar jam operasional kendaraan berat mengalami mogok tepat di dekat perlintasan kereta api Cerme Lor.

Truk yang berada di lajur timur menghadap ke selatan itu bahkan sempat menghambat operasional perlintasan karena palang pintu kereta api tidak dapat tertutup sempurna saat kereta melintas.

“Dump truk as pedot (as patah),” ujar Suhari, salah seorang warga setempat.

Antrean kendaraan dari arah selatan dilaporkan mengular hingga wilayah Morowudi dan berpotensi bertambah panjang apabila proses evakuasi belum selesai dilakukan. Pengendara pun diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerapkan pembatasan jam operasional kendaraan berat untuk mengurangi kemacetan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kendaraan besar seperti dump truk dan trailer dilarang melintas pada jam sibuk, yakni pukul 05.00–08.00 WIB dan pukul 15.00–18.00 WIB.

Editor :