KLIKJATIM.Com | Malang—Tol Malang-Kepanjen diperkirakan akan mulai dikerjakan tahun ini. Hal itu seperti disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat usai berkunjung ke kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kamis (7/1/2021).
[irp]
Menurutnya, dalam agenda konsultasi sinkronisasi program kegiatan tahun anggaran 2021 ini, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, mendukung sepenuhnya akan pembangunan proyek Tol Malang-Kepanjen tersebut.
”Beliau mendukung sepenuhnya, termasuk jalan Tol Malang-Kepanjen. Tadi kami (Pemkab Malang) meminta agar bisa segera dipercepat,” katanya kepada wartawan di Malang.
Komitmen untuk kembali merealisasikan pembangunan tol Malang-Kepanjen yang sempat tertunda tersebut, dibuktikan dengan adanya langkah konkrit yang sudah dipersiapkan oleh Kementrian PUPR.
”Tadi Pak Menteri (PUPR) langsung koordinasi dengan Dirjen terkait. Tadi beliau juga didampingi Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta Karya, dan Dirjen SDA,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, sempat tertundanya mega proyek Tol Malang-Kepanjen lantaran adanya pandemi Covid-19.
”Kami berharap segera dipercepat, karena kemarin kan pandemi. Jadi agak sedikit terlambat progresnya. Tadi di depan kita (rombongan Pemkab Malang) langsung Pak Menteri (PUPR) memerintah untuk segera dipercepat,” ucapnya.
Targetnya, diterangkan Wahyu, tahun 2021 ini setidaknya pembebasan lahan sudah rampung. Sehingga kemungkinan tahun depan sudah mulai memasuki tahap pembangunan.
”Mulainya tahun ini, harusnya kan tahun kemarin. Jadi mungkin dipercepat tahun ini. Nanti tahun ini pembebasan (lahan) tuntas, kemudian tahun depan baru pembangunan,” timpalnya.
Ketika ditanya berapa lahan yang akan dibebaskan dalam langkah merealisasi proyek Tol Malang-Kepanjen tersebut?
Wahyu mengaku belum mengetahuinya secara rinci. ”Kami tadi tidak bahas sampai itu. Tapi yang penting percepatan itu akan langsung diinstruksi oleh Pak Menteri PUPR tadi,” imbuhnya.
Kapan mega proyek Tol Malang-Kepanjen rampung?
Wahyu memperkirakan jika proyek tersebut bakal terealisasi pada tahun 2024 mendatang. ”Kemudian nanti soal perizinan, soal penempatan lahannya, juga akan segera diselesaikan. Targetnya 2024 semua harus selesai,” tukasnya. (hen)
Editor : Redaksi