KLIKJATIM.Com | Jakarta – Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menerima penghargaan Economic Growth kategori Top Regency in Agro-Maritime Food Hub dalam ajang National Governance Award 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Feri Juliantono. Lamongan terpilih setelah melalui proses seleksi ketat oleh panelis nasional yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman RI, serta akademisi perguruan tinggi.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Lamongan dalam mengintegrasikan sektor pertanian dan kelautan sebagai motor penggerak ekonomi. Pada tahun 2025, sektor agro-maritim menyumbang 30,18�gi perekonomian daerah.
Data menunjukkan performa yang luar biasa. Dimana pada sektor pertanian produksi padi mencapai 1,33 juta ton (terbesar di Jawa Timur) dan jagung sebesar 536 ribu ton, sementara sektor perikanan dengan produksi perikanan tangkap mencapai 82 ribu ton, sementara perikanan budidaya mencatatkan nilai Rp1,44 triliun.
Kinerja ekonomi Lamongan di bawah kepemimpinan Pak Yes menunjukkan tren positif yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,40%, meningkat dari 4,81% pada tahun sebelumnya—angka ini berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
Stabilitas ekonomi juga tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 124,97, menunjukkan peningkatan daya beli petani, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga angka 4,29%, dan nilai ekspor melonjak menjadi Rp22 triliun, sementara nilai impor berhasil ditekan menjadi Rp330 miliar pada 2025.
Lamongan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada nilai tambah melalui program Young Entrepreneur Success dan UMKM Naik Kelas. Melalui skema Megpreneur, sebanyak 466 wirausaha muda telah didukung, dan kini 49 produk UMKM lokal berhasil menembus pasar ekspor.
Inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga mendapat apresiasi langsung dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, di mana 95 KDKMP telah aktif menjalankan bisnis di sektor pangan dan perdagangan.
Keberhasilan ini didukung oleh infrastruktur yang semakin mantap melalui program JAMULA (Jalan Mantap dan Alus Lamongan) yang mencapai 60,21%. Kehadiran Trans Jatim dan operasional Jalur Lingkar Utara turut memperlancar mobilitas ekonomi.
Secara geografis, posisi Lamongan yang dekat dengan Bandara Juanda dan kawasan industri JIIPE, serta dukungan tol Surabaya–Tuban, memperkuat posisi kabupaten ini dalam rantai pasok regional.
"Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan berbasis potensi lokal yang terintegrasi, didukung penguatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, mampu mendorong ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat daya saing Lamongan di tingkat nasional," tegas Bupati Yuhronur Efendi.
Editor : Fatih