klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Misi Dagang Jatim–Kalteng Sukses Besar, Gubernur Khofifah Bukukan Transaksi Rp2,082 Triliun

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Khofifah memimpin Misi Dagang ke Kalimantan Tengah dan sukses mencetak transaksi tembus Rp2,082 Triliun.
Gubernur Khofifah memimpin Misi Dagang ke Kalimantan Tengah dan sukses mencetak transaksi tembus Rp2,082 Triliun.

KLIKJATIM.Com | Palangka Raya– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan taji Jawa Timur sebagai motor penggerak perdagangan domestik. Dalam Misi Dagang dan Investasi ke Provinsi Kalimantan Tengah, Jatim berhasil membukukan komitmen transaksi fantastis sebesar Rp2.082.554.327.000, Kamis (23/4/2026).

Bertempat di Hotel M Bahalap, Kota Palangka Raya, kegiatan ini mempertemukan ratusan pelaku usaha (penjual dan pembeli) dari kedua provinsi dalam skema business matching yang produktif.

Sinergi Membangun Rantai Pasok Nasional
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Misi Dagang bukan sekadar ajang promosi, melainkan instrumen strategis untuk menjahit konektivitas kenusantaraan dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.

"Kita semua punya kekuatan. Maka mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sukses bersama. Kuncinya adalah sinergi yang terus kita jaga," ujar Khofifah di hadapan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dan para tokoh usaha dari Kadin, IWAPI, hingga HIPMI.

Nilai transaksi sebesar Rp2,082 triliun tersebut mencakup penjualan produk Jatim sebesar Rp1,79 triliun, pembelian produk Kalteng senilai Rp193,5 miliar, serta komitmen investasi sebesar Rp90 miliar.

Komoditas Strategis dan Investasi Jangka Panjang
Jawa Timur menyuplai berbagai kebutuhan utama ke Kalimantan Tengah, mulai dari produk peternakan (telur, daging unggas, pakan ikan) yang mencatatkan nilai transaksi terbesar yakni Rp1,21 triliun, hingga produk industri seperti rokok, pupuk organik, dan fashion batik.

Sebaliknya, Jawa Timur menyerap komoditas strategis dari Kalteng seperti udang vaname, kayu bulat, dan rotan untuk mendukung industri pengolahan di Jatim. Di sektor investasi, kerja sama diarahkan pada pembangunan pabrik gula merah tebu, sektor pertambangan, serta budidaya ikan patin sungai.

Kinerja Ekonomi Jatim Melampaui Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan performa ekonomi Jawa Timur yang impresif. Pada tahun 2025, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,85 persen (y-o-y), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen.

"Kontribusi Jawa Timur terhadap PDB nasional mencapai 14,40 persen. Struktur ekonomi kita didominasi oleh industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini mencerminkan tingginya aktivitas industri di Jatim yang tentu membutuhkan dukungan pasokan bahan baku dari daerah mitra seperti Kalimantan Tengah," jelasnya.

Jejak Keberhasilan Misi Dagang
Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim telah melaksanakan 51 kali misi dagang di 29 provinsi dengan total komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun. Angka ini membuktikan efektivitas program dalam memperluas pasar produk lokal Jatim.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut hangat inisiatif ini sebagai gerbang pembuka kerja sama yang lebih luas. "Kami memandang ini tidak hanya sebagai aspek perdagangan, tapi juga investasi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok antar-daerah," tutup Agustiar.

Editor :