klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Suarakan #IndonesiaCemas, 500 Mahasiswa Kepung DPRD Jember Soroti Kelangkaan Pertalite hingga MBG

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
500an mahasiswa gabungan BEM se-Jember dan Cipayung Plus saat mengepung Bundaran Gedung DPRD Jember dalam aksi #IndonesiaCemas menuntut keadilan energi dan transparansi program nasional.
500an mahasiswa gabungan BEM se-Jember dan Cipayung Plus saat mengepung Bundaran Gedung DPRD Jember dalam aksi #IndonesiaCemas menuntut keadilan energi dan transparansi program nasional.

KLIKJATIM.Com | Jember – Gelombang protes mahasiswa berskala besar mengguncang pusat Pemerintahan Kabupaten Jember. Sedikitnya 500 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember bersama kelompok Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Jember, Senin (15/6/2026) sore.

Massa aksi turun ke jalan dengan mengusung tagar utama #IndonesiaCemas. Tagar tersebut dilemparkan sebagai bentuk rapor merah dan kritik tajam terhadap rentetan kebijakan krusial pemerintah pusat yang dinilai masih timpang serta belum berpihak pada hajat hidup masyarakat luas.

Aksi parlemen jalanan ini diawali dengan melakukan longmarch dari kawasan Double Way Universitas Jember (Unej) menuju bundaran depan Gedung DPRD Jember. Sambil menyusuri jalan, massa membentangkan spanduk bernada satir serta poster berisi tuntutan makro seputar kondisi sosial, ekonomi, dan pertahanan nasional.

Setibanya di titik aksi, mahasiswa langsung memblokade jalan dan bergantian melempar orasi politik dari atas mobil komando. Jalannya aksi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Jember guna menjaga kondusivitas arus lalu lintas.

Koordinator Lapangan Aksi dari Cipayung Plus, Alfin Maulana, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan kolektif yang mengakar di akar rumput. Aksi ini berhasil menyatukan seluruh elemen BEM kampus se-Kabupaten Jember dengan empat organisasi mahasiswa raksasa yang bernaung di bawah Cipayung Kabupaten Jember.

“Gerakan ini murni datang dari kawan-kawan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jember bersama Cipayung Kabupaten Jember yang meliputi PMII, GMNI, IMM, dan HMI. Ada empat ikatan pilar Cipayung yang melebur dan terlibat langsung dalam aksi turun ke jalan hari ini,” tegas Alfin Maulana di sela-sela aksi unjuk rasa.

Dalam draf tuntutannya, sektor energi menjadi salah satu sumbu protes paling krusial. Mahasiswa mengecam keras tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diikuti oleh ambruknya pasokan Pertalite di berbagai SPBU hingga memicu kelangkaan massal.

“Kami menyoal keras harga BBM yang mulai melonjak tak terkendali, ditambah Pertalite yang sekarang sudah mulai langka di lapangan. Kondisi ini memaksa masyarakat kecil beralih mengonsumsi Pertamax yang harganya jauh lebih mahal. Ini jelas mencekik ekonomi warga,” cecar Alfin.

Selain isu energi, massa aksi membidik pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional yang sedang digulirkan pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Mahasiswa menuntut adanya transparansi dan pengawasan berlapis dari institusi penegak hukum agar implementasi kedua program bernilai jumbo tersebut tepat sasaran di level bawah, bukan justru menjadi ladang korupsi baru yang hanya menguntungkan kelompok elite tertentu.

Tak berhenti di sektor ekonomi, mahasiswa juga menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait dinamika regulasi pertahanan dan keamanan. Mereka mengkritisi draf revisi Undang-Undang (UU) Polri dan UU TNI yang dinilai berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi aparat serta membuka celah perluasan ruang bagi institusi keamanan untuk masuk ke ranah sipil yang mencederai semangat reformasi.

Sebagai bentuk akumulasi kekecewaan, massa aksi sempat melakukan aksi bakar ban mobil bekas di tengah jalan, hingga memicu kepulan asap hitam pekat membubung di Bundaran DPRD Jember. Hingga pukul 15.44 WIB, massa masih bertahan mengepung gedung rakyat dan menolak membubarkan diri sebelum pimpinan beserta anggota DPRD Jember keluar menemui mereka di ruang terbuka.

Mahasiswa mendesak DPRD Jember tidak sekadar menjadi penonton, melainkan wajib membuat nota kesepahaman untuk meneruskan seluruh poin tuntutan #IndonesiaCemas ini secara resmi ke DPR RI dan pemerintah pusat.

“Harapan kami jelas, DPRD Jember harus berani melanjutkan seluruh tuntutan ini ke Jakarta. Kami berkomitmen mengawal ini sampai ada jawaban hitam di atas putih. Jika aspirasi ini mandek dan tidak ada kejelasan, kami siap mengonsolidasikan massa yang jauh lebih besar untuk datang kembali,” pungkas Alfin.

Editor :