klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siswi SD di Jember Diduga Dianiaya, Polisi Dalami Video Viral

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar video aksi bully di Jember
Tangkapan layar video aksi bully di Jember

KLIKJATIM.Com | Jember - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember mendalami dugaan bullying dan penganiayaan terhadap siswi kelas 4 SD berinisial AS di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul.

Hingga Rabu (12/8), polisi telah memeriksa korban dan orang tuanya yang sekaligus menjadi pelapor. Polisi juga mempelajari rekaman video yang beredar di media sosial untuk mengidentifikasi saksi dan pihak yang diduga terlibat.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Ipda Alfan Febrianto mengatakan korban telah menjalani pemeriksaan visum fisik dan psikiatri di RSD dr. Soebandi Jember. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami trauma dan kondisi psikologisnya belum stabil.

Berdasarkan keterangan awal korban yang dicocokkan dengan rekaman video, korban diduga mengalami kekerasan di bagian perut oleh beberapa anak. Namun, polisi belum memastikan jumlah dan identitas pihak yang terlibat.

Polisi juga berkoordinasi dengan UPTD PPA Dinas Sosial untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lain yang berada di lokasi.

Kasus tersebut mencuat setelah video berdurasi sekitar 1 menit 29 detik beredar di media sosial. Dalam video terlihat seorang siswi berseragam Pramuka dan berjilbab ditarik, didorong, hingga ditendang di bagian perut oleh sejumlah anak perempuan.

Peristiwa disebut terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 12.30 WIB di luar SD Selodakon 1. Polisi masih mendalami dugaan motif yang berkaitan dengan persoalan pertemanan, kecemburuan, akun TikTok, serta hubungan pertemanan dan pacaran.

Sebelum laporan resmi dibuat, Polsek Tanggul bersama sejumlah pihak sempat melakukan mediasi, tetapi belum tuntas karena salah satu pihak tidak hadir. Polisi meminta waktu untuk menyelesaikan penyelidikan dan mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan kekerasan.

Editor :