klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pantahelix Jadi Kunci Jatim Hadapi Covid-19

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan masker. (ist)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan masker. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yakin jika kasus aktif covid-19 di Jatim akan terus menurun. Saat ini saja, Jatim berada di urutan terendah kedua dengan prosentase 3.95 persen setelah provinsi Gorontalo.

[irp]

Khofifah menyebutkan, saat ini tingkat kesembuhan kasus covid-19 Jatim terus naik di angka 88,91 persen dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 48.570 kasus. Sehingga, angka ini berada jauh di atas angka kesembuhan nasional yaitu 84,14 persen.

"Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana non alam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, privat sector dan juga pemerintah melakukan kerjasama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana," ujar Khofifah, Senin (9/11/2020).

Penguatan pentahelix pun juga terus dilakukan dalam melakukan penanganan melawan covid-19. Sebab pentahelix menjadi kunci Provinsi Jatim bisa terus berprogres baik dalam melakukan pengendalian covid-19.

“Perguruan tinggi, tenaga kersehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan covid-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya," kata Khofifah

Peran yang dimaksud yaitu masyarakat aktif terus menegakkan protokol kesehatan untuk menurunkan pertambahan kasus, dan nakes termasuk dokter terus meningkatkan angka kesembuhan. Dengan begitu, secara bertahap kasus aktif covid-19 akan terus menurun dan pandemi covid-19 di Jatim akan berakhir.

“Berdasarkan update dari satgas covid-19 pusat, Jawa Timur telah bebas dari zona merah sejak enam minggu lalu, dan kini 25 kabupaten kota sudah masuk zona oranye, dan 15 kabupaten kota lain sudah zona kuning. Bismillah kita terus melakukan upaya agar Jawa Timur bisa bergerak menjadi zona hijau yang bebas dari risiko penyebaran covid-19,” pungkasnya. (bro)

Editor :