KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan dalam hal penanganan covid-19, Pemprov Jatim ingin berjalan seiring bersama para ulama.
[irp]
Di Jatim, menurut dia, selain adanya pandemi covid-19, juga terjadi pandemi informasi yang muncul karena bebasnya media sosial. Berbagai macam teori yang keluar dari berbagai pihak juga dapat memberikan kebingungan di tengah masyarakat.
"Tentunya pemerintah akan berupaya memberikan informasi yang benar-benar ilmiah dan obyektif untuk menjadi panduan, tentunya dengan restu dari para Kyai dan para ulama,” ujar Emil di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Sabtu (3/10/2020).
Ia melanjutkan, saat ini secara berangsur pemerintah terus berupaya mengembalikan kegiatan keagamaan agar dapat dilaksanakan di rumah-rumah ibadah.
Ia berharap, hal ini dapat menjadi contoh jika kesehatan bisa diterapkan dalam kegiatan ibadah. Namun, ada kalanya kegiatan dengan skala tertentu masih memerlukan perhatian serius, terutama terkait protokol kesehatan (protkes).
“Inilah yang kemudian kami atas nama Pemprov Jawa Timur mewakili Ibu Gubernur, senantiasa terbuka kepada masukan dan saran dari tokoh-tokoh agama tentunya dengan petunjuk dari Menkopolhukam, pemerintah pusat yang memiliki peta yang lebih luas baik lokal maupun global yang terjadi akibat Covid-19,” terangnya.
Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengingatkan masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Bahwa Covid-19 itu ada dua cara menyelesaikannya. Pertama patuhi protokol kesehatan, kedua perbanyak doa karena itu membangun ketenangan. Adapun vaksin alami yakni protokol kesehatan pertama pakai masker, kedua cuci tangan ketiga jaga jarak,” pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi