KLIKJATIM.Com | Gresik – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan dan operasionalnya hingga Triwulan I tahun 2025. Capaian ini terlihat jelas dari penerbitan perizinan yang masif dan realisasi investasi yang terus meningkat.
Kepala Administrator KEK JIIPE, Ibnu Sina, mengungkapkan bahwa pada Triwulan I 2025 saja, berbagai dokumen perizinan telah berhasil diselesaikan. Ini mencakup 12 dokumen perizinan berusaha dan PB-UMKU melalui sistem OSS-RBA, serta penerbitan 2 Nomor Induk Pelaku Usaha (NIB PU) baru.
Selain itu, KEK JIIPE juga menerbitkan 18 Surat Persetujuan Impor (SPI) dan 23 Surat Keterangan Asal (SKA).
Baca Juga : KEK JIIPE Jadi Primadona Investasi di Jawa Timur
"Kami terus melakukan edukasi dan komunikasi kepada pelaku usaha berupa asistensi, sosialisasi, serta layanan konsultasi kepada industri yang ada dalam kawasan," terang Ibnu Sina.
Dalam hal fasilitas fiskal dan nonfiskal, KEK JIIPE telah menerbitkan 456 Surat Keputusan (SKEP) pembebasan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI). Total nilai barang yang mendapatkan fasilitas ini mencapai USD 75,1 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun.
"Fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh empat pelaku usaha utama seperti PT Freeport Indonesia, PT Hailiang NMI, PT Xinyi Glass, dan PT Xinyi Solar," ujarnya.
Baca Juga : KEK JIIPE Gresik Catat Investasi Hingga Triwulan I-2025 Capai Rp 87 Triliun
Hingga Triwulan I-2025, total akumulasi investasi di KEK JIIPE telah mencapai Rp 87 triliun. Angka ini terdiri dari Rp 1,6 triliun oleh Badan Usaha Pengelola KEK (BUPP) dan Rp 85,4 triliun oleh para pelaku usaha (PU).
Di sisi perdagangan internasional, KEK JIIPE mencatat nilai ekspor sebesar USD 13,8 juta atau setara Rp 226 miliar pada Triwulan I tahun 2025. Sementara itu, nilai impor mencapai USD 102,9 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun. Fasilitas pembebasan bea masuk dan PDRI yang telah diberikan bernilai total Rp 333,9 miliar.
Baik KEK JIIPE maupun PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengembang kawasan terus mengejar penyelesaian sejumlah pembangunan fisik. Beberapa proyek telah rampung, antara lain bangunan Kantor Bea Cukai dan Musala di Buffer Zone Area Industri KEK.
Baca Juga : BKMS dan Perusahaan Kawasan JIIPE Salurkan Hewan Kurban
"Berdasarkan timeline keseluruhan proyek Autogate, peluncuran tahap awal (go live – piloting) direncanakan pada September 2025, terbatas untuk operasional Gate In di Area Industri KEK," pungkas Ibnu Sina. (yud)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi