KLIKJATIM.Com | Jember – Harapan masyarakat di wilayah Jember, Bondowoso, hingga Situbondo untuk melihat kereta api kembali melintas di jalur legendaris Kalisat–Bondowoso–Panarukan kini menemukan titik terang. Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya resmi memulai Survei Identifikasi Desain (SID) untuk memetakan potensi reaktivasi jalur nonaktif tersebut, Selasa (27/1).
Survei yang direncanakan berlangsung selama satu pekan ini merupakan respons atas tingginya aspirasi warga yang mendambakan transportasi kereta api di jalur bersejarah tersebut.
Tim BTP Surabaya menyusuri setiap jengkal lintasan, mengevaluasi trase rel, kondisi jembatan, bangunan stasiun, hingga lahan perkeretaapian yang telah lama berhenti beroperasi sejak tahun 2004.
Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menjelaskan bahwa survei ini merupakan fondasi teknis untuk mengumpulkan data akurat menggunakan teknologi pemetaan modern.
"SID ini menjadi fondasi awal sebelum dilakukan survei lanjutan yang lebih rinci. Seluruh data dikumpulkan secara detail dengan metode pengambilan gambar serta pemetaan menggunakan teknologi GPS sehingga seluruh kondisinya dapat terpetakan," ungkap Denny saat dikonfirmasi di Jember.
Meski trase jalur relatif masih mudah dikenali, tim menemukan sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa bangunan stasiun diketahui telah beralih fungsi, dan infrastruktur jembatan memerlukan analisis kekuatan struktur yang mendalam.
Selain itu, aspek sosial menjadi perhatian serius karena beberapa titik jalur kini sangat dekat dengan permukiman warga dan jembatan kereta sering digunakan sebagai akses jalan masyarakat.
Denny menekankan pentingnya koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menyiapkan jalan alternatif bagi warga jika nantinya penertiban jalur dilakukan demi keamanan operasional kereta.
Sebagai catatan sejarah, jalur Surabaya Kota–Kalisat–Bondowoso–Panarukan merupakan warisan perusahaan Staatsspoorwegen yang dibangun pada 1897. Reaktivasi ini pun kian dinantikan setelah studi kelayakan pada tahun 2022 menunjukkan minat publik yang sangat tinggi terhadap kembalinya layanan kereta api di kawasan timur Jawa Timur ini.
Editor : Fatih