klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tertinggi di Jawa Timur, Capaian Koperasi Merah Putih Lamongan Tuai Apresiasi Menko Pangan

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan peninjauan di KDMP Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan peninjauan di KDMP Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali mengukir prestasi di level nasional. Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Soto ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan peninjauan di KDMP Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, Selasa (27/1).

Menteri yang akrab disapa Zulhas ini menyebut bahwa Lamongan saat ini menduduki posisi tertinggi di Jawa Timur dalam hal percepatan dan keaktifan KDMP. Berdasarkan data, sebanyak 95 KDMP di Lamongan telah menjalankan proses bisnis secara aktif di sektor pangan dan perdagangan dengan akumulasi omzet mencapai Rp473.474.950.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Kabupaten Lamongan dalam mengawal program KDMP. Saat ini, Lamongan menjadi daerah dengan capaian progres tertinggi di Jawa Timur," tutur Zulhas di sela-sela kunjungannya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari gerak cepat pemda yang berkolaborasi dengan Kodim 0812 Lamongan dalam mengoptimalkan aset desa untuk sarana prasarana. Saat ini, 13 gerai fisik telah rampung 100 persen, mencakup pergudangan hingga kelengkapan pendukung lainnya.

Selain fisik, penguatan SDM juga menjadi kunci. Sebanyak 948 pengurus dari 474 KDMP telah mendapatkan pelatihan intensif. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan juga menggandeng BUMN strategis seperti PT Pupuk Indonesia, Pertamina, BULOG, hingga IDFOOD untuk pengembangan usaha.

Zulhas menegaskan bahwa KDMP dirancang sebagai sentral ekonomi rakyat yang akan menjadi tulang punggung program nasional.

"KDMP akan menjadi mitra pemasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Lamongan sendiri, sudah ada 8 KDMP yang bermitra dengan SPPG," jelasnya.

Lebih jauh, KDMP berperan sebagai agregator rantai pasok nasional. Dengan menampung hasil tani, ternak, dan ikan langsung dari rakyat, koperasi ini mampu memotong jalur distribusi yang panjang. Hasilnya, harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen diharapkan menjadi lebih murah dan stabil.

Kunjungan Menko Pangan ini menegaskan posisi Lamongan sebagai pilot project nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis kerakyatan melalui wadah koperasi yang inovatif dan mandiri.

Editor :