klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Carok Satu Lawan Satu di Jember, Dipicu Rebutan Lahan

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
TKP carok di Dusun Krajan II, RT 009 RW 003, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember
TKP carok di Dusun Krajan II, RT 009 RW 003, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember

KLIKJATIM.Com | Jember  - Dipicu sengketa lahan, dua bersaudara bertarung sampai mati (carik). Kejadian itu berlangsung pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di Dusun Krajan II, RT 009 RW 003, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.


Korban diketahui bernama Sumarsono (52), warga setempat. Sementara terduga pelaku pria berinisial BD (67), notabene masih saudara dengan korban.


Terjadinya kejadian tragis itu, diduga karena persoalan sengketa lahan tanah yang berkaitan dengan masalah lahan tanah warisan serta akses jalan menuju rumah pelaku.


Salah satu tetangga korban berinisial CT (37) membenarkan adanya peristiwa carok tersebut. Ia mengungkapkan bahwa konflik antara korban dan pelaku sebenarnya telah berlangsung sebelumnya dan sempat dimediasi oleh pemerintah desa. 


“Betul, betul sekali ada carok pagi tadi. Katanya sih soal sengketa tanah. Bahkan kabarnya, Sabtu kemarin itu sudah dimediasi di kantor desa sama pak kades, sudah damai-damai katanya. Tapi kok ada masalah lagi,” ujar CT saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di rumahnya.


CT juga menyebutkan bahwa korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal tidak berjauhan. 


“Padahal mereka itu masih saudara, saya kurang tahu saudara dari pihak mana, apa dari istrinya gitu. Tapi masih keluarga. Rumahnya juga berdekatan, masih tetanggaan,” ucapnya.


Lebih lanjut CT menjelaskan, dari informasi yang diketahui olehnya di lokasi kejadian. Peristiwa bermula saat korban sedang menyapu halaman rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. 


Tiba-tiba pelaku datang ke rumah korban dan langsung melakukan pembacokan menggunakan sebilah sabit. 


"Katanya kena ke tangan dan punggungnya. Karena sempat menangkis gitu. Terus korban lari berusaha kabur," ucapnya.


Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari untuk meminta pertolongan ke rumah Ketua RW setempat. Namun pelaku terus mengejar korban. 


“Korban terus dikejar. Dari rumahnya sampai ke rumah warga sekitar 100 meter. Korban lari sambil minta tolong,” kata CT.


Setibanya di halaman rumah Ketua RW, korban kembali menyabetkan sajam celurit yang dibawa. Menurut CT, sabetan celurit ketiga itu mengenai perut korban.


“Korban itu akhirnya terkapar di teras rumah warga karena sudah tidak kuat. Pelaku menyabet atau bacok pakai celurit itu. Memang sengaja sudah dibawa,” ungkap CT. 


Warga yang melihat kejadian tersebut segera datang untuk melerai dan mengamankan pelaku, sementara korban dilarikan ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun akibat luka berat yang diderita, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Hingga Senin siang, jenazah korban masih berada di RSD dr. Soebandi Jember dan belum dipulangkan untuk dimakamkan. 


“Korban dibawa ke rumah sakit, tapi kabarnya meninggal dan sekarang masih di rumah sakit, belum dipulangkan,” tambah CT.


"Untuk pelaku sudah diamankan polisi, di Polsek Kalisat," imbuhnya.


Terkait kejadian ini, Camat Kalisat Nuryadi juga membenarkan adanya perkelahian yang berujun kematian korban itu.


"Pelaku sudah diamankan polisi, tadi kepala desa setempat juga sudah koordinasi dengan saya. Untuk korban masih di rumah sakit. Lebih lanjut kami koordinasikan dengan ibu Kapolsek Kalisat," ucap Nuryadi.


Sementara itu, terkait kejadian ini anggota Polsek Kalisat berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Jember. Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma melalui KBO Reskrim Iptu Dwi Sugiyanto, saat ini masih melakukan gelar perkara di Mapolres Jember.


"Untuk kejadian itu (carok) masih kami lakukan gelar bersama Kapolsek Kalisat dan anggota. Pelaku sudah kami amankan. Lebih lanjut akan kami kabari lagi," ujar Dwi saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.

Editor :