klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tiga Hari Hilang Saat Cari Rumput, Lansia di Sampang Ditemukan Meninggal di Waduk

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
Aparat kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad Sarima (70) dari dasar waduk di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, usai dinyatakan hilang selama tiga hari.
Aparat kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad Sarima (70) dari dasar waduk di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, usai dinyatakan hilang selama tiga hari.

KLIKJATIM.Com | Sampang – Kabar duka menyelimuti Dusun Angsana Barat, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Sarima (70), seorang lansia yang dilaporkan hilang selama tiga hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di waduk setempat, Rabu (28/1).

Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (26/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada anaknya untuk mencari rumput pakan ternak. Namun, hingga larut malam, Sarima tak kunjung kembali ke rumah, yang memicu kekhawatiran pihak keluarga.

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi sebelum akhirnya melapor ke Polsek Karang Penang pada Selasa (27/1).

"Setelah tiga hari pencarian, tepatnya pada Rabu (28/1) pukul 14.20 WIB, korban ditemukan di waduk Desa Tlambah yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya," ungkap AKP Eko, Kamis (29/1).

Mendapat laporan penemuan tersebut, petugas kepolisian bersama warga segera mengevakuasi jasad korban dari air. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam saat beraktivitas di sekitar waduk.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh ketiga anak korban, menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut dan telah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak manapun.

"Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam di waduk. Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di rumah duka," pungkas AKP Eko.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga, terutama pihak keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia lanjut, untuk lebih meningkatkan pengawasan saat mereka beraktivitas di area yang berisiko seperti perairan atau hutan.

Editor :