klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Topang Stabilitas Ekonomi Nasional, Pendapatan PLN Tembus Rp582,68 Triliun di Tahun 2025

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gardu Induk (GI) bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terletak di Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah yang mendukung hilirisasi industri smelter, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Gardu Induk (GI) bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terletak di Kecamatan Palu Utara, Sulawesi Tengah yang mendukung hilirisasi industri smelter, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT PLN (Persero) sukses menjaga kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan tantangan bencana alam, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kelistrikan ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp582,68 triliun.

Angka tersebut tumbuh 6,84% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp545,38 triliun. Kinerja positif ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan baru di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini sekaligus menyokong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui akses energi yang berkeadilan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah melalui Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Danantara Indonesia yang berhasil menjaga daya tahan ekonomi serta energi nasional di tengah tekanan eksternal.

“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Rabu (20/5).

Aktivitas dunia usaha dan domestik yang tetap bergairah sepanjang 2025 berdampak langsung pada peningkatan indikator operasional PLN, yang meliputi:

  • Penjualan Tenaga Listrik: Mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), atau meningkat 3,75% dibanding tahun 2024 (306,21 TWh).
  • Pertumbuhan Daya Tersambung: Mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82�ri tahun sebelumnya (182.026 MVA).
  • Total Pelanggan: Bertambah 3,3 juta sambungan baru, sehingga total pelanggan PLN kini menyentuh angka 96,2 juta.

Melesatnya jumlah pelanggan baru ini mendongkrak pendapatan dari sektor penyambungan sebesar Rp2,24 triliun, atau melonjak signifikan hingga 28,4% secara tahunan (year-on-year).

Darmawan menjelaskan, perluasan akses ini tidak hanya berasal dari pelanggan reguler dan dunia industri, melainkan juga diperkuat oleh program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menyasar masyarakat di wilayah terpencil.

"Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan," tegasnya.

Ketangguhan operasional PLN diuji oleh volatilitas pasar keuangan global pada tahun lalu. Kendati perseroan harus menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah, PLN tetap berhasil mengamankan keuntungan bersih.

Perseroan tercatat sukses membukukan total laba bersih sebesar Rp7,26 triliun sepanjang tahun 2025. Hal ini membuktikan efisiensi operasional dan strategi mitigasi risiko keuangan korporasi berjalan dengan optimal.

Ke depan, melalui agenda Transformasi 2.0, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan berbasis digital hulu ke hilir (end-to-end), mengawal transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE), serta memperluas keandalan pasokan listrik guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor :