klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sektor Pertambangan Jadi Penyumbang Terbesar Investasi di Gresik Pada Triwulan 3

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Tabel realisasi investasi yang masuk di Kabupaten Gresik pada triwulan ketiga 2022 (DPM-PTSP for Klikjatim.com)
Tabel realisasi investasi yang masuk di Kabupaten Gresik pada triwulan ketiga 2022 (DPM-PTSP for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Nilai investasi di Gresik sudah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Pusat pada tahun ini.

Total nilai investasi yang masuk di Gresik hingga triwulan ketiga tahun ini telah mencapai Rp20,7 Triliun, padahal Pemkab Gresik hanya ditarget Rp18 triliun tahun ini.

Baca juga: Investasi di Gresik Tahun Ini Sudah Masuk Rp17 Triliun

Lantas sektor industri apa saja yang menanamkan modalnya di Kabupaten Gresik? 

Dalam data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gresik menyebutkan, Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar investasi pada triwulan (TW) ketiga.

"Nilai investasi sektor pertambangan mencapai Rp4,3 triliun lebih, dan itu mendominasi total investasi yang masuk di TW tiga," ungkap Plt Kepala Dinas DPM PTSP Reza Pahlevi.

Disusul industri logam dasar dan barang dengan nilai investasi sebesar Rp849 miliar, kemudian sektor transportasi, gudang dan logistik Rp676 miliar, lalu sektor industri kimia dan farmasi mencapai Rp622 miliar.

Selanjutnya industri makanan senilai Rp324 miliar, sektor perumahan dan kawasan industri sebesar Rp323 miliar. Sektor-sektor lain pun masih banyak yang menyumbang dengan nilai variatif, seperti sektor hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, industri kendaraan bermotor, industri mesin elektronik dan lain-lain (selengkapnya lihat tabel di gambar).

Dengan nilai investasi yang sudah direalisasikan, Reza optimis di akhir tahun total nilai investasi di Kabupaten Gresik akan mencapai Rp23-25 triliun.

"Kalau dikalkulasi dari asal modal yang masuk, PMA (Penanaman modal asing) mendominasi investasi di Gresik, totalnya 70 persen. Sedangkan PMDN (Penanaman modal dalam negeri) 30 persen," imbuh Reza.

Baca juga: Investasi di Kabupaten Gresik Sudah Melampaui Target, Nilainya Tertinggi se-Jawa Timur

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjamin proses perizinan berusaha di Kabupaten Gresik akan mudah dan cepat. Hal ini demi menjaga iklim positif investasi.

Buktinya jumlah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Gresik sejak Agustus 2021 hingga 7 Desember 2022 mencapai 18 ribu NIB.

"Angka (Penerbitan NIB) ini tertinggi di Jatim, hal ini menggambarkan proses perizinan berusaha di Gresik sangat mudah dan cepat," tutur Gus Yani dalam rapat paripurna DPRD Gresik, dengan agenda tanggapan Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi terkait Ranperda Penanaman Modal, Kamis (08/11/2022). (yud)

Editor :