KLIKJATIM.Com | Sampang - Keinginan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk mengelola sampah menjadi sumber ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) kandas. Sebab tidak ada anggaran untuk membeli alatnya.
Padahal, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang sebelumnya sudah melakukan kunjungan studi ke Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan untuk belajar pengelolaan sampah.
Bahkan, Ketua Komisi I DPRD Sampang, Muhammad Salim telah memberikan dukungan terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman (DLH Perkim) agar melakukan langkah-langkah fundamental dalam penanganan sampah di Sampang.
Dewan juga berharap DLH Perkim melakukan inovasi program dalam penentuan nasib penanganan sampah supaya dapat solusi baik. "Dengan memaksimalkan teknologi sebetulnya sampah dapat menghasilkan uang dan menyumbang PAD," harapnya, Rabu (28/1/2026).
"Kalau kendala yang dihadapi, mungkin sebaiknya ditanyakan langsung ke DLH Perkim," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang, Aulia Arif, menyatakan bahwa pihaknya sudah pernah ingin melakukan inovasi pengelolaan sampah, tetapi hingga saat ini terdapat kendala.
"Cuma kita gak punya alatnya, karena terkendala anggaran," singkat Arif.
Editor : Wahyudi